Peduli Rohingya, Gerinda minta Jokowi usir Dubes Myanmar
Peduli Rohingya, Gerinda minta Jokowi usir Dubes Myanmar. Andre mengusulkan kalau perlu Indonesia mengirim pasukan keamanan dalam payung PBB. Selain itu mendesak PBB untuk mengeluarkan resolusi untuk menghukum Myanmar.
Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade meminta Presiden Joko Widodo melakukan tindakan tegas terhadap Pemerintah Myanmar. Hal itu buntut dari pembantaian etnis Rohingya di sana.
Menurut Andre, salah satu langkah yang bisa dilakukan Jokowi yaitu mengusir Dubes Myanmar dari Indonesia. Selain itu, Dubes Indonesia di Myanmar juga ditarik ke Tanah Air.
"Sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia, sudah saatnya Indonesia mengambil peran penting di Asean," kata Andre, Minggu (3/9).
Andre mengatakan, sudah saatnya Indonesia berada di garda terdepan mengambil langkah kongkret. "Yang dibunuh, dibantai itu adalah umat Islam. Indonesia dengan tetap memegang prinsip politik bebas aktif dan menjunjung tinggi perdamaian dunia harus mengambil perannya di depan," ucapnya.
Tak hanya itu, Andre mengusulkan kalau perlu Indonesia mengirim pasukan keamanan dalam payung PBB. Selain itu mendesak PBB untuk mengeluarkan resolusi untuk menghukum Myanmar.
"Tindakan Pemerintah Myanmar terhadap umat Islam etnis Rohingya masuk dalam kategori tindakan terorisme. Bahkan, kekejamannya melebihi kejahatan holocaust," ucapnya.
Selain itu, ia mendesak agar Nobel Perdamaian yang disematkan kepada Aung San Suu Kyi dicabut. Aung San Suu Ky idisebut tidak bisa berbuat apa-apa ketika tragedi kemanusiaan terjadi di negaranya.
Baca juga:
Mendesak Myanmar hentikan penindasan Muslim Rohingya
SBY berharap Myanmar serius selesaikan masalah Rohingya
Diancam pasukan Myanmar, PBB sementara tunda kirim logistik buat Rohingya
Soal kasus Rohingya, Presidium Alumni 212 desak PBB beri sanksi Myanmar
Din Syamsuddin: Konflik di Myanmar jangan dibawa masuk ke Tanah Air
Polsek Menteng larang pendemo tempel poster di wilayah negara Myanmar
Aung San Suu Kyi dinilai tak layak terima Nobel Perdamaian