Pedagang Pasar Gede Gelar Ritual Keselamatan Pernikahan Kaesang-Erina
Sejumlah pedagang Pasar Gede dan seniman Solo menggelar ritual mendoakan keselamatan pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Sofia Gudono, Selasa (6/12). Ritual dilakukan di dalam pasar dengan membawa tumpeng nasi kuning dan berbagai hasil bumi.
Sejumlah pedagang Pasar Gede dan seniman Solo menggelar ritual mendoakan keselamatan pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Sofia Gudono, Selasa (6/12). Ritual dilakukan di dalam pasar dengan membawa tumpeng nasi kuning dan berbagai hasil bumi.
Sejumlah penari yang merupakan para seniman asal Solo, juga terlibat dalam acara tersebut. Dari dalam pasar mereka menari menuju pintu masuk dengan iringan Pangkur Singgah Singgah yang ditembangkan oleh salah satu seniwati.
Di kalangan masyarakat Jawa, suluk tersebut dipercaya memiliki kekuatan magis yang besar. Suluk tersebut biasa ditembangkan untuk mengawali sesuatu hajat atau upacara penting. Sementara para pedagang pasar membawa hasil bumi yang biasa dijual di pasar.
"Para pedagang Pasar Gede ikut berbahagia dengan ngunduh mantunya Pak Jokowi, pernikahan Kaesang dan Erina. Ini wujud syukur dari para pedagang sebagai bagian dari masyarakat Solo," ujar pemerhati budaya Heru Mataya.
Rasa syukur tersebut, lanjut dia, diwujudkan dengan empat tumpeng dan mengajak para seniman berdoa untuk lancarnya kegiatan tanggal 11 nanti.
Iringan Pangkur Singgah Singgah dimaksudkan untuk tolak bala. Dengan harapan acara tasyakuran ngunduh mantu Presiden Jokowi bisa berjalan lancar dan sukses.
Harni, salah satu pedagang buah mengaku senang bisa turut mendoakan pernikahan Kaesang-Erina. Dia berharap keduanya bisa menjadi keluarga sakinah mawadah wa rahmah.
"Mas Kaesang dan keluarga pak Jokowi itu sering belanja ke Pasar Gede. Mereka tidak membeda bedakan, berbaur dengan rakyat kecil seperti kami," ungkap warga Tawangmangu itu.
Usai didoakan, hasil bumi dibagikan kepada para pedagang, sopir becak, kuli panggul, pengunjung pasar dan lainnya.
(mdk/cob)