LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pedagang bendera di Karawang mengeluh hasil jualan cuma jadi 'ganjal perut'

Pedagang mengaku omzet penjualan hanya Rp 100 ribu sampai 200 ribu, padahal tahun sebelumnya bisa mencapai Rp 500 ribu per hari.

2018-08-09 02:00:00
Bendera Merah Putih
Advertisement

Menjelang hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, penjual bendera dan aksesoris tujuh belasan mulai ramai memenuhi setiap sudut Kota Karawang.

Namun untuk tahun ini diakui para pedagang, penjualan relatif sepi jika dibandingkan tahun sebelumnya. Para pedagang mengaku omzet penjualan hanya Rp 100 ribu sampai 200 ribu, padahal tahun sebelumnya bisa mencapai Rp 500 ribu per hari.

Kasmadi (45) salah seorang pedagang bendera di Jalan Ahmad Yani Cikampek, berharap agar penjualan bendera tahun ini omzetnya naik dibandingkan tahun lalu.

Advertisement

Pedagang musiman asal Cirebon itu selain menjual bendera juga menjajakan beragam atribut, mulai dari umbul-Umbul hingga pernak-pernik merah putih lainnya.

"Jualan sudah sejak awal Agustus kemarin, tapi ya sepi begini," kata Kasmadi, Rabu (8/8).

Sepinya pembeli bahkan terkadang membuat pedagang dibuat jengkel. "Pembeli bendera dan pernak-pernik Agustusan banyaknya menawar harga, padahal pejuang untuk bisa meraih kemerdekaan tidak ada tawar menawar," celotehnya.

Advertisement

Bendera yang ditawarkan Kasmadi memiliki jenis dan harga yang bervariasi, mulai dari bendera merah putih ukuran 90 sentimeter yang dipatok dengan harga Rp 30 ribu, umbul-umbul kecil ukuran 3 meter Rp 50 ribu, hingga background yang mencapai ratusan ribu rupiah.

"Background ukuran tiga meter harga ada yang Rp 100 ribu tapi ada yang di atas Rp 100 ribu. Bendera biasa jual Rp 30 ribu sampai Rp 70 ribu, itu juga masih banyak ditawar pembeli," tuturnya.

Kasmadi juga menjual aneka peralatan lomba tujuh belasan mulai dari karung Rp 15 ribu, tali tambang permeter Rp 30 ribu, kelereng, bahkan bakiak.

"Sistemnya ambil dulu kalau enggak habis bisa balikin lagi. Saya bawa 70 kodi bendera ambil dari bos di Cirebon," tutur Kasmadi.

Kasmadi berharap semakin dekat dengan perayaan tujuh belasan dagangannya bisa laris manis tanjung kimpul, atau istilah dagangan hasil duitnya kumpul. "Hari ini baru menjual empat bendera dari pengendara yang melintas. Ya lumayan buat ganjal perut. Mudah-mudahan besok bisa laris lagi," ujarnya.

Baca juga:
Jelang 17 Agustus, atribut HUT RI sepi pembeli
Penjahit bendera merah putih mulai kebanjiran order
Penjual bendera musiman mulai marak jelang HUT Kemerdekaan RI
Polisi ciduk pengunggah ujaran kebencian hina bendera Merah Putih
5 Murid SD di Tarakan dilarang orangtuanya hormat bendera & nyanyi Indonesia Raya
Bendera merah putih terbalik, partai hingga perguruan tinggi di Malaysia minta maaf

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.