PDIP targetkan rebut 59 persen suara untuk Gus Ipul-Puti di kampung Emil
Ketua DPC PDIP Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, segala macam strategi upaya pemenangan terus dilakukan.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Trenggalek memastikan pihaknya akan bekerja keras untuk memenangkan pasangan calon Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno. Tak hanya di internal partai, bahkan lintas gabungan partai siap mengupayakan pemenangan.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, segala macam strategi upaya pemenangan terus dilakukan. Dimulai dari menggerakkan kader partai untuk terjun langsung ke masyarakat akar rumput, door-to-door untuk mengenalkan paslon Gus Ipul-Puti sekaligus visi, misi beserta program kerjanya.
Selain itu, koordinasi lintas koalisi partai pengusung, lanjut dia, rutin dilakukan. "Bahkan tiap dua sampai tiga hari, Ketua DPC Partai pengusung baik PDIP, PKB, Gerindra dan PKS selalu melakukan pertemuan konsolidasi," jelas Doding di Trenggalek, Sabtu (17/3).
Sementara untuk merebut swing voters, pihaknya akan intens menyentuh komunitas-komunitas termasuk komunitas kaum milenial. Doding melihat, sosok Puti bisa digolongkan sebagai kalangan muda. "Ini yang bisa kami jual," tambahnya.
Menghadapi calon dari kandidat lain yang juga Bupati Trenggalek, Emil E Dardak, Doding optimis pihaknya dapat merebut suara maksimal di daerahnya. Menurut dia, Trenggalek merupakan basis nasionalis-religius. "Di Trenggalek konstituen (pemilih) hanya terdiri dari antara Ijo (representasi religius) dan Merah (representasi kaum nasionalis)," katanya.
Seperti pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang berlangsung di Trenggalek lalu selalu dimenangi bergantian oleh PKB dan PDIP. "Kami hanya selisih 2000 suara dari PKB. Jadi, kalau bukan PKB yang menang, ya PDIP yang menang. Bergantian. Karena masanya hanya PKB dan PDIP di sini," ungkap dia.
Ditanya target raupan suara Gus Ipul-Puti di Trenggalek, ia menargetkan setidaknya akan mengantongi 59 persen suara. Ini angka realistis untuk menghadapi pengaruh sosok Emil yang sebelumnya menjadi kepala daerah.
(mdk/hrs)