LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PDIP minta Kapitra Ampera laporkan pelemparan molotov ke polisi

PDIP akan pasang badan membela dan melindungi Kapitra

2018-08-07 16:43:32
Kapitra Ampera
Advertisement

PDI Perjuangan mengutuk keras aksi teror yang ditujukan kepada bakal calon legislatifnya Kapitra Ampera. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku telah meminta Kapitra untuk melaporkan teror tersebut kepada polisi. Aparat kepolisian diminta mengusut tuntas aksi teror terhadap Kapitra.

"Kami mengutuk keras tindakan-tindakan yang sembunyi tangan, tindakan yang tidak bertanggungjawab," kata Hasto di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Selasa (7/8).

"Dan tidak bisa dibiarkan, maka kami juga meminta Pak Kapitra segera melaporkan kami juga akan menjadi benteng bagi siapapun yang menerima tindakan teror," sambung dia.

Advertisement

PDIP akan pasang badan membela dan melindungi Kapitra. Menurutnya, mantan kuasa hukum Rizieq Syihab itu juga menyatakan tidak gentar mendapatkan aksi teror tersebut.

"Kapitra sendiri mengatakan tetap mengatakan kebenaran harus ditegakkan di atas kebenaran itu sendiri. Beliau tidak akan mundur sedikitpun terhadap berbagai tekanan-tekanan. Dia telah memutuskan bersama PDI perjuangan," ujarnya.

Diketahui, rumah Kapitra Ampera di Jalan Tebet Timur Dalam VIII, Jakarta Selatan, mendapatkan serangan teror bom molotov, Senin (6/8) malam. Mantan kuasa hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, diperiksa tak lama setelah terjadi serangan teror.

Advertisement

"Iya sudah, saya sudah di BAP usai itu (pelemparan bom molotov)," kata Kapitra saat dihubungi, Selasa (7/8).

Kapitra menduga teror molotov ini terkait pencalegannya dari PDIP. Dugaan itu setelah dia merasa selama ini tak pernah mempunyai masalah dengan orang lain.

Baca juga:
Ketua GNPF soal rumah Kapitra dilempar molotov: Demi Tuhan saya enggak tahu
Kapitra duga serangan molotov terkait pencalegannya dari PDIP
Kapitra mengaku diikuti orang sebelum aksi pelemparan molotov di rumahnya
Polisi sebut CCTV di rumah Kapitra tak rekam jelas pelempar molotov
Polisi duga pelempar molotov ke rumah Kapitra berjumlah 2 orang
Kapitra: Kalau saya dimolotov kemudian mati, Alhamdulillah

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.