LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PDIP ingin Hardiknas jadi momentum perkokoh pendidikan kebangsaan

"Sudah sewajarnya di Hari Pendidikan Nasional ini, kita menggali mutiara pemikiran Ki Hadjar Dewantara."

2016-05-02 16:45:49
Hari pendidikan nasional
Advertisement

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh hari ini, Senin (2/5).

Diharapkan peringatan Hardiknas ini menjadi momentum untuk memperkokoh pendidikan kebangsaan dan menjabarkan kembali keseluruhan gambaran pendidikan untuk kejayaan bangsa.‎

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, ‎peringatan Hardiknas sangat penting untuk kembali pada spirit pendidikan berbudi pekerti yang menyatu dengan upaya mengatasi berbagai persoalan bangsa.

"Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tugas nasional, tugas kita bersama. Sudah sewajarnya di Hari Pendidikan Nasional ini, kita menggali mutiara pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Beliau telah meletakkan konsepsi pendidikan yang menyatu dengan tradisi kebudayaan bangsa," ujar Hasto di Jakarta.

Hasto menambahkan Ki Hadjar Dewantara sendiri sejak awal sudah menegaskan bahwa pengajaran nasional harus selaras dengan penghidupan bangsa dan kehidupan bangsa.

"Karena itulah beliau memelopori pengajaran nasional itu sebelum kita mempunyai pemerintahan sendiri. Itulah spirit yang menjadi alasan mengapa Ki Hadjar mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922," ujarnya.

"Disitulah perguruan Taman Siswa bekerjasama dengan pergerakan rakyat lainnya seperti Budi Utomo," paparnya.

Ketua DPP PDIP bidang Pendidikan, Prof Hamka Haq, menambahkan ‎Hardiknas yang dijadikan momentum untuk menggali kembali pemikiran Ki Hadjar Dewantara sangatlah tepat. Sebab, pendidikan saat ini terasa kering karena kehilangan pijakan dengan semangat kebangsaan.

"PDIP siap mendorong Taman Siswa untuk mereaktualisasikan kembali keseluruhan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam realitas kekinian, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keutamaan, sebagai wujud pendidikan nasional yang berkebudayaan, untuk mempercepat terwujudnya cita-cita nasional Indonesia," ujar Hamka Haq.

"Marilah kita dorong gerakan nasional untuk pendidikan kebangsaan yang dijalankan dengan cara gotong royong untuk Indonesia Raya," pungkasnya.

Baca juga:
'Pendidikan jadi komoditas mahal, hanya orang kaya mampu kuliah'
Masuk ke kerumunan massa, rektor UGM mengerek bendera merah putih
Demo buruh di Bandung berlanjut saat Hardiknas
Kisah Rizal Ramli tekan pejabat & terbitnya wajib belajar 9 tahun
Apa beda pendidikan sekarang dan zaman dulu? Adakah perubahan?

Advertisement




(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.