PDIP Buka Pelatihan Asisten Tenaga Kesehatan, Menkes Dijadwalkan Hadir
DPP PDI Perjuangan membuka pelatihan asisten tenaga kesehatan mulai Senin (2/8) hari ini di Gedung Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Hal ini sebagai wujud gotong royong dan kerja riil bersama masyarakat mengalahkan Covid-19.
DPP PDI Perjuangan membuka pelatihan asisten tenaga kesehatan mulai Senin (2/8) hari ini di Gedung Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Hal ini sebagai wujud gotong royong dan kerja riil bersama masyarakat mengalahkan Covid-19.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap, pelatihan asisten tenaga kesehatan ini disambut baik baik oleh warga. Peminat pelatihan ini mencapai 979 orang.
"Yang mendaftar banyak sekali. Padahal kapasitasnya terbatas. Panitia akhirnya menutup pendaftaran lebih awal dan peserta yang ikut 979 calon asisten nakes," ujar Hasto dalam keterangannya, Senin (2/8).
Pelatihan ini akan dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sejumlah dokter menjadi pembicara. Serta para peserta merupakan lulusan SMK kesehatan dan sekolah perawat, bahkan kata Hasto, ada juga dokter dari daerah yang ikut serta.
"Acara ini akan dihadiri oleh Menteri Kesehatan. Sejumlah pembicara adalah beberapa dokter yang memiliki pengalaman di dalam perawatan pasien Covid-19 sehingga dapat memberikan best practicesnya. Peserta berasal dari lukusan SMK Kesehatan, Sekolah Perawat, bahkan para dokter di daerah-daerah juga ikut mendaftar," ujarnya.
Pelatihan ini bagian dari kegiatan partai saat pandemi Covid-19. Selain pelatihan tenaga kesehatan, PDIP juga terlibat di dapur umum di berbagai wilayah di Indonesia dan membantu vaksinasi.
Pelatihan ini menjadi penting, kata Hasto, karena Indonesia masih kurang jumlah dan data pemerataan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Saat pandemi Covid-19 kebutuhan tenaga kesehatan meningkat seiring naiknya jumlah pasien.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan di tahun 2017, khususnya di luar Pulau Jawa, Indonesia defisit tenaga dokter. Jika di Asia memiliki rata-rata 1,2, Indonesia berada di angka 0,4.
"Berdasarkan data, kekurangan dokter sangat memprihatinkan di luar Pulau Jawa. Demikian juga terkait tenaga spesialis. Kita masih sangat kekurangan. Harapannya dengan pelatihan ini, Partai ikut memberi kontribusi riil dalam penanganan Covid-19," ujar Hasto.
Hasto menyebutkan agenda ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, yang terus memantau dan memberi arahan agar kader partai terus menghadirkan wajah kemanusiaan, turun di tengah rakyat dan membantu yang kesusahan serta membantu penanganan Covid-19.
"Sekali lagi disampaikan, kami meyakini tidak ada kata terlambat di dalam penanganan pandemi Covid 19. Perintah Ibu Mega agar seluruh kader terus membuka mata hati kemanusiaannya untuk membantu rakyat tanpa pandang bulu. Kobarkan semangat gotong royong untuk rakyat secara terus menerus," ujar Hasto.
"Dalam situasi seperti ini kedepankan jiwa kemanusiaan dan gotong royong daripada politik kekuasaan. Dengan demikian persatuan seluruh elemen bangsa guna membantu rakyat ditempatkan di atas segalanya," tandas Hasto.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP bidang Kesehatan, Perempuan, dan Anak, Sri Rahayu, mengatakan situasi pandemi Covid-19 saat ini menyadarkan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak asisten nakes. Apalagi data menunjukkan bahwa rasio nakes dibanding jumlah penduduk Indonesia adalah nomor dua terendah se-Asia Tenggara.
"Saat ini, untuk yang paling mudah kita lihat adalah bagaimana kita butuh petugas sebagai asisten nakes untuk membantu penyuluhan, vaksinasi, dan swab. Ini penting supaya testing-tracing-dan treatment bisa berjalan baik," kata Sri Rahayu.
Baca juga:
ICW Nilai Red Notice Harun Masiku Upaya KPK Redam Kritik Masyarakat
PDIP Buka Pelatihan Asisten Tenaga Kesehatan, Menkes Dijadwalkan Hadir
KPK akan Pidanakan Pihak yang Lindungi Harun Masiku
Catatan PDIP ke Pemerintahan Jokowi Terkait Penanganan Pandemi Covid-19
PDIP Soal Elektabilitas Turun: Apa-Apa Sekarang Dikaitkan dengan Pandemi