Pasutri pengusaha siomay dibunuh anak kandungnya
"Pelaku anak ketiga korban. Motifnya karena tidak dikasih uang untuk bermain judi," ujar Kombes Pol Wahyu Widada.
Petugas Polres Metro Kota Tangerang dalam waktu singkat berhasil menangkap pembunuh pengusaha siomay Yoribut (65) dan Lie Sek Nio (60). Pelaku adalah Budi Lia, anak kandung korban yang juga anak ketiga dari lima bersaudara.
"Benar, pelakunya adalah Budi Lia, anak ketiga dari lima bersaudara. Motifnya karena tidak dikasih uang untuk bermain judi," ujar Kapolres Metro Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Widada, Jumat (6/7).
Menurut Wahyu, Budi Lia ketika itu kalah berjudi koprok. Karena kalah, dirinya mencoba meminta uang kepada orang tuanya. "Dia masuk lewat pintu belakang rumah orang tuanya. Saat itu, dia ketemu bapaknya. Dia lalu meminta uang sebesar Rp 500 ribu. Namun, tidak dikasih. Bapaknya malah marah ke dia," katanya.
Kesal dimarahi, Budi Lia yang sudah kemasukan setan langsung mengambil besi yang sudah disiapkan di luar. "Besi itu digunakan jika dirinya tidak dapat uang, tapi kalau dikasih bapaknya dia tidak akan pakai besi itu untuk pukul bapaknya," katanya.
Karena tak dikasih Budi mengambil besi, lalu dipukul ke bapaknya. Mendengar itu ibunya lalu keluar. "Ibunya pun dipukul, untuk menghilangkan barang bukti, dia (tersangka) lalu membakar keduanya. Jadi tidak digorok, darah yang berceceran hasil dari pukulan besi ke muka orang tuanya," tuturnya.
Setelah itu, Budi Lia langsung mencari uang di kamar korban dan mendapati uang Rp 1,3 juta. Untuk menghilangkan kecurigaan, Budi Lia lalu pulang untuk mandi dan berganti pakaian. Sekitar pukul 05.00 WIB, dirinya kembali ke rumah orang tuanya untuk memberitahukan saudaranya bahwa orang tuanya dibunuh oleh orang.
"Kami berhasil mengetahui pelakunya adalah anaknya sendiri, berdasarkan olah TKP dan anjing pelacak. Tersangka kini terancam Pasal 365, 338 dan kalau nanti diketahui ada perencanaan bisa juga Pasal 340," tandasnya.(mdk/did)