Pasutri ditemukan tewas di Purbalingga dikenal rajin salat dan punya pesantren
Pasutri ditemukan tewas di Purbalingga dikenal rajin salat dan punya pesantren. Husain dikenal rajin beribadah. Dia juga ketua masjid di daerah tempat tinggalnya. Warga menyebutnya tokoh masyarakat. Husain diketahui bekerja sebagai dosen di kampus Al Azhar.
Mayat sepasang suami istri ditemukan mengambang di Sungai Klawing Desa Plumbungan, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Senin (11/9). Korban diketahui bernama Husni Zarkasih (57 tahun) dan Zakiyah (52 tahun). Keduanya warga Jalan Pengairan No. 21 RT 11 RW 6, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sehari sebelum ditemukan tewas bersama sang istri, Husain sempat melakukan salat maghrib berjamaah di musala Al-ma'ruf yang berada di depan rumahnya. Bahkan, dia menjadi imam saat salat maghrib.
"Waktu minggu malem pas magrib masih salat di mushola sini, ngimamin malah," ujar Novi Feriawan (39), petugas keamanan di lingkungan tempat tinggal korban.
Husain dikenal rajin beribadah. "Dia juga ketua masjid di sini sih. Ya kalau bisa dibilang tokoh masyarakatlah" Lanjutnya.
Husain sering mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia juga merupakan dosen di Kampus Al Azhar. Menurut para tetangga, Husain diketahui memiliki pesantren di daerah Parung, Bogor.
Sang istri, Zakiyah juga pernah mengajak ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya untuk berkunjung ke pesantren miliknya. "Ayo-ayo mau ikut enggak ke pesantren?," ujar fatah (50) menirukan ajakan Zakiyah.