Pasukan reaksi cepat dibentuk tangani banjir bandang Bandung Barat
Pasukan reaksi cepat dibentuk tangani banjir bandang Bandung Barat. Pasukan unit reaksi cepat (URC) nantinya dipersiapkan mengantisipasi musibah banjir di Bandung dan sekitarnya.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyebut, banjir bandang yang menerjang beberapa wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah bisa ditangani. Dia sudah memerintahkan BPBD untuk langsung menangani sejumlah warga yang terdampak banjir bandang pada Kamis (23/2) kemarin.
"Sudah ditangani dengan mengerahkan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke sana," kata Aher sapaan akrabnya, usai meninjau progres pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Majalengka, Jumat (24/2).
Menurut dia, BPBD selalu siaga menghadapi berbagai bencana yang memang cukup rawan di Jawa Barat ini. Untuk lebih siap menghadapi bencana, dia sudah meminta agar BPBD membentuk pasukan unit reaksi cepat (URC).
"(BPBD) harus siaga betul. Saya minta Kepala BPBD buat pasukan unit reaksi cepat," ujarnya.
Dengan adanya URC maka mitigasi bencana yang terjadi dapat dilakukan dengan baik. Mulai dari antisipasi, upaya penanganannya, pengiriman logistik kebutuhan serta evakuasi saat kejadian.
Bahkan tak sungkan-sungkan, pihaknya meminta bantuan TNI untuk melatih khusus URC ini. "Nanti akan latih khusus temen di militer supaya reaksi cepat terlatih dari awal," imbuhnya.
Dia juga mengimbau seluruh masyarakat di manapun berada untuk terus waspada. Mengingat bencana bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Oleh karenanya kesiagaan baik dari indovidu serta pemerintah daerah menjadi sangat penting.
Di singgung penetapan status siaga di Jawa Barat yang baru saja terjadi banjir bandang di KBB, banjir di Bekasi menurutnya status siaga bencana bukanlah menjadi hal yang harus diutamakan.
Baca juga:
Atasi banjir, 10 proyek di Dinas PU Bandung siap dilelang
Ada BUMD langgar izin & jadi penyebab banjir, ini kata Gubernur Aher
Bangunan PT Kahatex di area Sungai Cikijing segera dibongkar
Jangan bikin alam marah
Banjir Pagarsih dan memori Situ Aksan
Menjaga Bandung tidak tenggelam
Antisipasi banjir di Bandung, pemerintah bangun terowongan Rp 400 M