LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pastikan UN lancar, Kapolda Jatim & Risma sidak ke sejumlah sekolah

Untuk antisipasi mati listrik, panitia menyediakan genset. Selain itu juga ada petugas IT yang khusus memantau jaringan.

2015-04-13 13:52:52
Ujian Nasional
Advertisement

Pastikan UN CBT dan PBT lancar, Risma dan Kapolda Jatim sidak sekolah
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anas Yusuf dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah yang menggelar ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di hari pertama, Senin (13/4).

Sidak ini untuk memastikan pelaksanaan ujian berbasis Computer Based Test (CBT) atau ujian dengan sistem online dan sistem tulis atau Paper Based Test (PBT), berjalan lancar.

"Kedatangan saya dengan Bu Wali (Risma) ini untuk memastikan UN yang dimulai hari ini berjalan aman, baik dan lancar," kata Kapolda Jawa Timur didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta.

UN dengan sistem CBT, merupakan pengalaman baru dan kali pertama diterapkan. Pemerintah telah memutuskan 585 sekolah se-Indonesia, untuk penyelenggara ujian sistem CBT.

Di Jawa Timur sendiri, ada sekitar 164 sekolah yang menggelar ujian berbasis CBT. Jumlah peserta UN pada 13 sampai 16 April di Jawa Timur, mencapai 429.850 pelajar. Rinciannya, siswa SMA sekitar 148.456 pelajar, MA (84.400 siswa), SMA Terbuka (20 siswa), SMA Luar Biasa (245 siswa), dan SMK (96.729 siswa).

Sedangkan, jumlah peserta UN tingkat SMA di Surabaya, mencapai 37.868 siswa. Rinciannya, peserta SMA berjumlah 17.688 pelajar, SMK (18.930 siswa), dan MA (1.250 siswa).

Untuk memastikan UN berbasis CBT di Surabaya berjalan lancar, pihak Pemkot Surabaya dan dinas pendidikan setempat, mengaku telah menyiapkan segala sesuatunya jauh hari sebelum UN digelar.

"Kita sudah menyiapkan sebelumnya, baik dari PLN dan Telkom untuk memastikan semua lancar tanpa kendala," kata Risma usai sidak di SMKN 8 dan SMAN 5 Surabaya.

Selain UN berbasis CBT, Risma juga menjamin pelaksanaan ujian PBT atau ujian manual tidak ada kebocoran. Sebab, pengawalan keamanan soal ujian sudah dilakukan mulai Polrestabes Surabaya hingga Polsek-Polsek jajaran.

"Tidak ada kebocoran. Kita kemarin juga sudah survei masuk ke ruang tahanan di Polrestabes sebelum didistribusi ke Polsek tadi pagi. Untuk Surabaya saya yakin aman. Saya sudah sampaikan jauh hari dalam pertemuan pengawas dan kepala sekolah," tandasnya yakin.

Sementara pihak sekolah yang menggelar UN dengan sisten CBT mengaku, untuk mengantisipasi kendala listrik padam, telah menyiapkan mesin genset. Bahkan, panitia pelaksanaan unas juga menyiagakan petugas IT agar jaringan server tidak bermasalah.

Seperti di SMKN 5 Surabaya misalnya, sebagai antisipasi listrik padam, disediakan genset berkekuatan 80 kilo volt ampere untuk membackup listrik di enam ruangan kelas yang digunakan untuk 334 peserta UN.

Advertisement
(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.