Pastikan suasana kondusif, polisi tetap jaga PT RUM, pabrik yang keluarkan bau busuk
"Penjagaan masih akan kami lakukan sampai kondisi benar aman dan kondusif. Kami belum bisa memastikan kapan pasukan akan ditarik dari pabrik PT RUM," ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, Senin (26/2).
Polres Sukoharjo berkomitmen untuk tetap menjaga suasana kondusif di lokasi pabrik produsen serat rayon, PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Desa Plesan2, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah. Meskipun aksi unjuk rasa ribuan warga terdampak bau busuk pabrik telah berakhir Jumat pekan lalu.
Hingga hari ini puluhan personel polisi dan TNI masih ditempatkan di lokasi pabrik, terutama di akses masuk utama. Polisi juga masih mengumpulkan barang bukti terkait kasus perusakan yang dilakukan oleh warga terhadap sejumlah fasilitas kantor milik PT RUM.
"Penjagaan masih akan kami lakukan sampai kondisi benar aman dan kondusif. Kami belum bisa memastikan kapan pasukan akan ditarik dari pabrik PT RUM," ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, Senin (26/2).
Untuk menciptakan situasi kondusif tersebut, Iwan juga meminta kepada seluruh warga Sukoharjo ikut berperan aktif. Warga juga dimintai agar tidak mudah terpancing isu-isu yang bisa memperkeruh suasana.
"Setelah peristiwa kerusuhan kemarin, kami minta warga kembali beraktivitas seperti semula. Warga kami imbau agar tidak mudah terpancing," katanya.
Kapolres menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait perusakan fasilitas PT RUM saat aksi demonstrasi Jumat pekan lalu.
"Belum ada perkembangan, masih penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti. Belum ada tersangka," jelasnya.
Sebelumnya, ribuan warga melakukan serangkaian aksi memprotes bau busuk akibat limbah PT RUM. Ribuan warga menggeruduk kantor Bupati Sukoharjo, Kamis (23/2). Tak puas mendapatkan jawaban Bupati Wardoyo Wijaya, massa kembali ke kampung halamannya dan menduduki pabrik PT RUM hingga Jumat (24/2) sore.
Massa sempat membakar ban dan melakukan perusakan kantor dan sejumlah fasilitas perusahaan. Aksi baru berhenti setelah Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penutupan pabrik, sesuai tuntutan warga.
Baca juga:
Kapolda Jateng bakal proses pelaku pembakaran kantor PT RUM Sukoharjo
Protes bau busuk PT RUM, warga bakar ban dan blokade akses masuk pabrik
Pantau revitalisasi Citarum, Presiden Jokowi siap menginap di Situ Cisanti
Didatangi Jokowi, penataan Sungai Citarum resmi dimulai
Protes bau busuk pabrik, ribuan warga geruduk kantor Bupati Sukoharjo
Diprotes warga Sukoharjo, pabrik berlimbah bau busuk ditutup sementara
Warga terdampak desak pabrik PT RUM yang keluarkan limbah busuk ditutup