LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pasien Positif Covid-19 Capai 37.420, Pemerintah Akui Uji Spesimen Masih Rendah

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengakui, bahwa upaya pemeriksaan virus ini per satu juta penduduk di Indonesia, baik menggunakan polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM) masih terbilang rendah.

2020-06-13 18:31:34
Covid-19
Advertisement

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengakui, bahwa upaya pemeriksaan virus ini per satu juta penduduk di Indonesia, baik menggunakan polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM) masih terbilang rendah. Berdasarkan data per hari ini ada 1.014 orang dinyatakan positif, sehingga total mencapai 37.420 orang.

"Memang, secara keseluruhan kalau kita menghitung seluruh wilayah tanah air kita memang tes kita masih rendah, 1.752 tes per satu juta penduduk," kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (13/6).

Advertisement

Dia mengatakan, tes yang dilakukan di negara lain lebih besar antara lain Malaysia, tes telah dilakukan kepada 19.118 orang per 1 juta penduduk, di Thailand 6.708 per 1 juta penduduk, Filipina 4.419 per satu juta penduduk, dan Jepang 2.626 per 1 juta penduduk.

Namun, ia menegaskan, kalau perbandingan angka itu tak menunjukkan kesan bahwa keseriusan pemerintah tidak terlihat. Sebab, Indonesia merupakan negara dengan luas wilayah yang besar dan memiliki banyak kepulauan.

"Data ini tentunya tidak akan bisa secara utuh dibandingkan dengan negara lain karena memang tingkat ancaman epidemiologisnya tidak sama," tegas Yurianto

Advertisement

Oleh sebab itu, lanjutnya, pemerintah tak menyamaratakan intensitas tes Covid-19 di setiap provinsi. Sebab, daerah dengan tingkat penularan tinggi menjadi prioritas dan telah melakukan tes dengan masif.

"Karena kita melihat, bahwa Tanah Air kita terdiri banyak kepulauan, terdiri dari banyak wilayah yang cukup luas, dengan kepadatan, dan risiko mobilitas orang yang terkait dengan faktor pembawa penyakit cukup besar, yang sangat berbeda," alibinya.

Misalnya, tambahnya, DKI Jakarta, dengan kepadatan penududuk yang tinggi telah melakukan tes sebanyak 17.954 orang per satu juta penduduk.

"Kami sedang mempelajari beberapa hal terkait dengan epicentrum yang lain seperti Kota Surabaya, Makassar, Kalimantan Selatan, untuk kita hitung kembali berapa yang sudah kita lakukan test per satu juta penduduk," pungkasnya.

Selanjutnya, jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini mecapai 16.574 kali pemeriksaan, total spesimen yang sudah diperiksa sebanyak secara akumulatif sebanyak 495.527. Sementara itu, 485.030 spesimen diperiksa menggunakan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) dan 10.497 spesimen diperiksa menggunakan tes cepat molekuler (TCM).

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.