Pasien Corona Meninggal di Sumut Adalah Dokter Baru Pulang dari Italia
Riadil juga mengonfirmasi kabar yang beredar di media sosial. Informasi yang berkembang menyebutkan pasien yang meninggal dunia adalah dokter.
Pasien positif corona (COVID-19) yang meninggal di Sumut dipastikan seorang dokter. Dia bersama rombongannya diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Jerussalem dan Italia.
Kepastian diperoleh setelah Ketua Tim Gugus Tugas Sumut, Riadil Akhir, menyampaikan konfirmasi itu saat menggelar konferensi pres online, Rabu (18/3) sore.
"Sejak tanggal 16 RSUP H Adam Malik sudah melakukan treatment terhadap 11 PDP (pasien dalam pengawasan) dan ada 1 lagi di RS USU. Kemarin tanggal 17 Maret satu pasien PDP meninggal dunia. Namanya dokter UM," katanya dalam keterangannya.
Dalam keterangannya, Riadil menyebut status pasien itu sebagai PDP. Namun, RSUP H Adam Malik melalui halaman media sosial resminya sudah mengupdate dan mengonfirmasi seorang pasien positif corona dan statusnya meninggal dunia. Dalam grafis yang mereka buat tertera 10 PDP, 3 PDP pulang/negatif, dan 1 PDP positif dengan status meninggal dunia.
Data grafis RSUP H Adam Malik itu diupdate setelah Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyampaikan ada satu pasien positif corona di Sumatera Utara. Dia juga menyatakan pasien itu meninggal dunia.
Sebelumnya, pasien yang meninggal dunia di RSUP H Adam Malik itu hanya disebut dengan PDP 01. Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menjelaskan dia meninggal dunia Selasa (17/3) pukul 20.45 WIB dan telah diserahkan ke keluarga.
Riadil juga mengonfirmasi kabar yang beredar di media sosial. Informasi yang berkembang menyebutkan pasien yang meninggal dunia adalah dokter.
Pasien dan rombongannya yang berjumlah 13 orang melakukan perjalanan ke Jerussalem, Italia dan Turki. Mereka dikabarkan melakukan perjalanan ke luar negeri pada 19 Februari hingga 1 Maret 2020. Selanjutnya dia dikabarkan dirawat di ruang isolasi pada akhir pekan lalu.
Terkait rombongan yang berangkat bersama pasien positif itu. "Itu ada sekelompok, ada satu grup sedang kita coba kita telusuri (keberadaannya)," ujar Alwi.
Baca juga:
Menko Luhut Sebut Tak Perlu Lockdown Asal Masyarakat Disiplin
Dampak Virus Corona, Muktamar Muhammadiyah ke 48 Ditunda
Gubernur Kaltim Sebut Ada Satu Kasus Positif Corona Dirawat di RSUD Abdul Wahab
Pemerintah Diminta Siapkan Kebijakan Hadapi Covid-19
Kebun Raya Bogor Serta Cibodas Ditutup Sementara Cegah Penyebaran Covid-19
Jenderal Idham Aziz Instruksikan Anggota Polri Berjemur Pagi Hari Antisipasi Corona