Pascabom di Polsek Astana Anyar, Penjagaan Pintu Masuk Mapolda Sumsel Diperketat
Pengamanan ekstra Mapolda Sumsel tersebut dipandang perlu untuk mengantisipasi aksi teror dan semacamnya.
Penjagaan pintu masuk Mapolda Sumatera Selatan kini semakin diperketat usai teror bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat. Aksi serupa juga dilakukan di setiap kantor polisi di wilayah Sumsel.
Setiap kendaraan bermotor yang masuk ke Mapolda Sumsel dilakukan pemeriksaan oleh petugas bersenjata. Penjagaan dilakukan secara berlapis agar tidak terjadi kecolongan.
Kayanma Polda Sumsel AKBP Rediansyah mengungkapkan, pengamanan ekstra tersebut dipandang perlu untuk mengantisipasi aksi teror dan semacamnya. Pihaknya tidak ingin memberi ruang sedikit pun bagi pelaku teror untuk beraksi.
"Siapa pun yang masuk, baik menggunakan kendaraan bermotor atau tidak, kita lakukan pemeriksaan secara menyeluruh, setidaknya bisa mencegah pelaku berbuat kejahatan," ungkap Rediansyah, Jumat (9/12).
Meski diperketat, masyarakat tak perlu takut dan ragu menyampaikan aduan di SPKT atau mengurus administrasi seperi SIM dan SKCK. Masyarakat diminta mendukung program perketat penjagaan ini.
"Silakan datang ke kantor polisi jika ada urusan, kami hanya meningkatkan keamanan, bukan mengganggu pelayanan," kata dia.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk aktif melapor ke polisi atau pemerintah setempat jika mengetahui adanya kegiatan mencurigakan dari orang-orang sekitar. Sekecil apapun ancaman dapat dicegah jika segera ditindaklanjuti.
"Teror bom adalah musuh bersama, karena harus diantisipasi bersama juga," pungkasnya.
(mdk/ray)