LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pasca Sekolah Ambruk, Murid SD di Jombang Terpaksa Lesehan

Pihak sekolah khawatir, ruang kelas 2 ikut terdampak dan membahayakan murid, karena ruangannya berada di sebelah bangunan kelas 1 yang ambruk karena rapuh.

2019-11-11 19:03:00
Gedung sekolah rusak
Advertisement

Puluhan murid kelas 2 SDN (Sekolah Dasar Negeri) Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Jombang, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara lesehan di ruang perpustakaan. Hal itu, menyusul ambruknya bangunan ruang kelas 1 yang terjadi pada Minggu (10/11) kemarin.

Pihak sekolah khawatir, ruang kelas 2 ikut terdampak dan membahayakan murid, karena ruangannya berada di sebelah bangunan kelas 1 yang ambruk karena rapuh.

Di ruang perpustakaan, para murid belajar dengan duduk lesehan beralas karpet warna merah dan bangku kecil layaknya anak sekolah play grup. Ada puluhan murid yang mengikuti Kegiatan belajar mengajar tersebut.

Advertisement

"Khawatir terdampak dari bangunan yang roboh, Sementara ini murid kelas 2 belajar di ruang perpustakaan," kata Kepala Sekolah SDN Dukuhklopo, Trimiati didampingi guru Sunaryo, Senin (11/11).

Gunakan Kelas Secara Bergantian

Pasca insiden ambruknya bangunan lokal kelas 1, pihaknya akan menata ruang kegiatan belajar mengajar siswa. Penataan itu, dengan menempati ruang kelas secara bergantian. Yakni, murid kelas 2 akan bergantian menempati ruang kelas 1 yang jam belajarnya pendek. Trimiati menyebut, total murid dua ruang 47 anak.

Advertisement

"Besok kembali kami tata, kelas 1 dan 2 bergantian. Murid kelas 2 Jumlah 32 anak dan murid kelas 5 jumlah 30 anak," ujarnya kepada Merdeka.com.

Sebelumnya, atap bangunan ruang kelas 1 SDN Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang ambruk. Dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa karena karena ruangan tersebut dalam keadaan kosong.

Sunaryo, salah seorang guru setempat menambahkan, ruangan kelas 1 yang ambruk, sudah tidak ditempati sejak dua tahun yang lalu, lantaran bangunannya rusak. Pihak sekolah sudah mengajukan rehab atau perbaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Pihak SDN Dukuhklopo berharap dari kejadian ambruknya bangunan tersebut, dinas pendidikan segera mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan agar tidak sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.