LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pasar Kali Seko, tempat temu kangen warga perbatasan RI-Timor Leste

Mata uang Dolar Amerika menjadi alat pembayaran dan sangat laku di pasar ini.

2016-01-02 11:42:22
Pembangunan Perbatasan
Advertisement

Delapan belas tahun silam tepatnya pada 30 Agustus 1998 Timor Leste berpisah dan memerdekakan diri dari wilayah NKRI dengan cara jajak pendapat (referendum). Bekas Provinsi ke-27 ini akhirnya mempunyai nama baru Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Meskipun berpisah, kedua penduduk di perbatasan tetaplah bersaudara. Sesekali mereka bertemu di pos perbatasan atau sengaja mengunjungi tempat tinggal masing-masing.

Districk Ambenu-Oecusse Timor Leste yang berbatasan langsung dengan kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) adalah salah satu wilayah RDTL. Distrik Ambenu atau Oecusse, yang terdiri atas wilayah seluas 815 kilometer persegi mempunyai status sebagai daerah kantong atau enclave. Secara geografis terpisah dari dua belas distrik lainnya yang membentuk Timor-Leste, Oecusse sepenuhnya berada di wilayah Indonesia.

Berpisah bertahun-tahun menjadi kerinduan dua penduduk yang masih bersaudara ini untuk bertemu. Sejarah masa lalu tak sepenuhnya mencabut hubungan darah di antara mereka.

Suasana di Pasar Kali Seko ©2016 Merdeka.com/Marselinus Gual

Advertisement

Menurut cerita yang didengar Sertu Teny Reza, Komandan Pos Oelbinose, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, TTU, Pasar Kali Seko merupakan pasar yang sengaja dibuat agar warga di perbatasan bisa bertemu dan melepaskan kangen di antara mereka.

"Pasar itu bukan pasar yang seperti biasa. Awalnya digunakan untuk ajang pertemuan kedua bersaudara," kata Sertu Reza kepada merdeka.com di Pos Oelbinose, TTU, Sabtu (12/12) lalu.

Meskipun mendapat penjagaan ketat dari kedua pasukan, tak jarang penduduk kerap menyalahgunakan kesempatan. Jual beli dalam skala besar pun kerap dilakukan. Untuk menghindari aksi penyelundupan, kedua pasukan penjaga pun sepakat untuk membatasi jumlah batang yang diperjualbelikan oleh penduduk kedua negara.

"Minyak tanah tidak lagi dijual banyak. Pun barang yang lain semua dibatasi. Selebihnya adalah digunakan untuk bertemu sanak-saudara," kata Sertu Reza.

Suasana di Pasar Kali Seko ©2016 Merdeka.com/Marselinus Gual

Advertisement


Sementara itu, Jude (31), warga Kota Kefamenanu, ibu kota kabupaten TTU mengatakan, Pasar Kali Seko adalah sebuah pasar ilegal yang dilegalkan. Tujuannya, kata dia sebagai ajang pertemuan dua bersaudara yang beda negara ini.

"Dulu banyak sekali terjadi penyelundupan. Kedua pasukan melihat itu dan akhirnya memutuskan untuk mengawasi ketat berjalannya pasar," jelas dia.

Hal yang unik terjadi selama aktivitas pasar yang dibuka setiap hari Sabtu ini. Mata uang Dolar Amerika menjadi alat pembayaran dan sangat laku di pasar ini. Bahkan menurut cerita Jude, warga Indonesia sangat menggandrungi uang Dolar tersebut.

"Warga kita sudah terbiasa dengan uang Dolar. Barang bisa dijual murah asal bisa dibeli dengan Dolar," ungkap Jude.

Warga Indonesia sepertinya tidak mempunyai pilihan lain untuk tak menjual hasil bumi atau apa saja ke warga sebelah. Minimnya pembangunan dan kekurangan di segala hal membuat mereka lebih tertarik untuk menjual murah ke warga Timor Leste.

Baca juga:
Jokowi tinjau pembangunan pos RI-Timor Leste senilai Rp 82 miliar
Para presiden heroik, hentikan bunuh diri sampai carikan rumah
Kalau malam hari, lampu di Timor Leste terang benderang
Janji Mayjen Benny Moerdani pada AS sebelum TNI gempur Dili
Danjen Kopassus berharap kekurangan operasi seroja jadi pelajaran

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.