LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pasar Galiran Bali Jadi Klaster Baru Covid-19 , 1.700 Pedagang Dirapid Test

Penyebaran Covid-19 di Pasar Galiran berdasarkan laporan terbaru sebanyak 32 orang yang terpapar Covid-19.

2020-06-23 15:18:33
Covid-19
Advertisement

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra meninjau langsung lokasi rapid test di Pasar Galiran, Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, yang sudah ditutup akibat meluasnya penularan Covid-19 di pasar itu.

"Kami bersama melihat langsung pelaksanaan rapid test massal untuk para pedagang. Karena, kita tahu pasar Galiran saat ini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” kata Indra, di lokasi, Selasa (23/6).

Indra menerangkan, penyebaran Covid-19 di Pasar Galiran berdasarkan laporan terbaru sebanyak 32 orang yang terpapar Covid-19.

Advertisement

"Karena itu kami dari Provinsi mendukung kebijakan kabupaten Klungkung untuk melakukan tracing yang lebih masif lagi. Untuk itu, sejak kemarin seluruh pedagang yang ada di Pasar ini yang jumlahnya lebih dari 1700 orang harus menjalani rapid test,” jelasnya.

Indra yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali juga menyampaikan, rapid test ini sangat penting untuk pemeriksaan awal yang bersangkutan terindikasi Covid-19 atau tidak.

Selain itu, pedagang yang kedapatan hasilnya reaktif saat rapid test akan segera dilanjutkan dengan pengambilan Swab dan dilanjutkan uji PCR untuk memastikan benar tidaknya terinfeksi Covid-19.

Advertisement

"Jadi langkah (rapid test massal) ini sangat baik dan terus kita dukung dan jika ada yang hasilnya positif setelah uji Swab kita akan rawat di karantina Provinsi Bali,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, kebijakan untuk melakukan tracing melalui rapid test massif adalah langkah yang diambil untuk mendapatkan angka penularan yang pasti di lapangan.

“Sekali lagi ini bentuk kerjasama yang sangat baik, untuk melakukan tracing yang seluas-luasnya. Memang angka positif kemungkinan besar akan bertambah namun itu pilihan yang gugus tugas lakukan agar kita bisa mengungkap secara pasti jumlah sesungguhnya masyarakat kita yang terinfeksi,” ujar Indra.

“Tetapi setelah kita dapatkan angka pasiennya, kita rawat dan isolasi maka harapannya tidak akan ada lagi penyebaran berikutnya,” tambah Indra.

Indra juga mengecek langsung kesiapan personil kesehatan serta logistik yang ada di lapangan, khususnya kesiapan pihak kabupaten Klungkung.

"Semuanya saya lihat sudah berjalan baik. Satu hal lagi yang saya lihat sangat baik adalah para pedagang jika nanti akan berjualan harus memperlihatkan keterangan non reaktif dalam rapid test sehingga pilihannya jika ingin terus berjualan harus melakukan rapid test,” ujar Indra.

Seperti diberitakan, Pasar Umum Galiran Klungkung, Bali, ditutup selama tiga hari. Dari tanggal 22 hingga 24 Juni 2020. Penutupan itu, dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19 yang belakangan semakin meningkat.

Selain itu, selama penutupan pasar akan dibersihkan dan disemprot disinfektan secara menyeluruh termasuk juga melengkapi sarana tempat cuci tangan dan infrastruktur penunjang lainnya.

Kemudian, para pedagang juga akan menjalani rapid test secara bergilir di Terminal Semarapura. Sementara itu, pedagang tidak tetap dan berasal dari luar daerah melakukan rapid test di daerah masing-masing.

Pemkab Klungkung Tambah Tempat Isolasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, menambahkan tempat isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung, Selasa (23/6). Total ada 60 ruangan yang disiapkan untuk menampung pasien positif Covid-19.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan, penambahan tempat isolasi ini untuk mengantisipasi kasus positif yang terjadi saat rapid tes masal terhadap para pedagang di Pasar Galiran, Klungkung, Bali.

"Kami telah merancang sejumlah langkah penanganan terhadap Covid-19. Jika nantinya jumlah terus bertambah dan tetap antisipasi jika hal buruk terjadi maka kita tambahkan tempat isolasi yang cukup di RSUD ini," kata Suwirta, saat memantau tempat isolasi pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Klungkung, Selasa (23/6).

Ia menerangkan, dan yang paling penting tidak akan mengganggu situasi pasien diluar Covid-19 ataupun pengunjung yang lainnya. "Saya imbau kepada masyarakat jangan khawatir, proteksi yang dibuat ini sudah sesuai protapnya sehingga tidak berbaur dengan yang lainnya," tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Klungkung I Nyoman Kesuma menyampaikan, untuk pelayanan pasien rawat jalan pihak RSUD sudah menyiapkan dua ruang screening. Yakni, screening untuk pasien anak dan dewasa serta untuk pasien lansia dan sulinggih.

"Proses screening ini untuk menanyakan pasien serta pengantar dengan ceklis keterkaitan dengan Covid-19 seperti kontak dengan pasien positif maupun daerah tempat tinggal di lingkungan transmisi lokal yang tinggi. Setelah lolos, dari proses screening baru diperbolehkan mendaftar diloket serta mengambil rekam medik," ujar Kusuma.

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.