Para pedagang daging ayam di Bandung mulai mogok jualan
Akan ada 5.000 pedagang daging ayam di Bandung Raya melakukan aksi mogok massal.
Para pedagang daging ayam di Bandung mulai tidak berjualan. Aksi itu dilakukan seiring dengan mogok masal yang akan dilangsungkan pedagang mulai Kamis (20/8) pukul 12.00 WIB hingga Minggu (23/8).
Ketua Bidang Perunggasan Pesat Jawa Barat Yoyo Sutarya mengatakan, akan ada 5.000 pedagang daging ayam di Bandung Raya melakukan aksi mogok massal tersebut.
"Aksi mogok dilakukan siang. Sedangkan ada yang masih jualan pagi tadi itu karena menghabiskan stok yang ada," katanya, Kamis (20/8).
Di Pasar Cicadas misalnya, ada beberapa pedagang yang masih menjajakan ayam. Mereka menjual sesuai kesepakatan dimana batas operasi hingga pukul 12.00 WIB. Lanjut dia, aksi mogok pedagang ayam sudah disepakati dalam pertemuan pada 16 Agustus lalu.
Penyebabnya, ketersediaan daging ayam di pemasok sangat langka. Harganya pun sangat mahal. "Sekarang bisa menjual hingga Rp 44 ribu per kilogram. Itu harga dari bandar mahal," ungkapnya.
"Kami menuntut kestabilan harga ayam agar kembali normal lagi," tandasnya. Adapun harga daging ayam yang ideal untuk konsumen sekira Rp 24-26 ribu per kilogram.
Dia meminta pemerintah tidak menggelar operasi pasar (OP) untuk menyediakan daging ayam selama para pedagang daging ayam mogok berjualan. Jika pemerintah melakukan OP artinya, tidak ada dukungan untuk menekan harga kembali normal.
"Kami menolak dan meminta pemerintah tidak menggelar operasi pasar," tandasnya.(mdk/hhw)