Para Ibu Negara di KAA akan dapat bingkisan liontin akik Pancawarna
Harga liontin itu Rp 15 juta per buah. Talinya menggunakan kulit domba asli Garut.
Batu akik jenis Pancawarna asal Kabupaten Garut, Jawa Barat saat ini tengah digemari. Batu mulia dengan ragam warna itu rencananya juga bakal dibagikan sebagai cenderamata bagi para Ibu Negara peserta peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, pada Jumat (24/4).
Warga Garut memberikan batu itu secara sukarela. Sebanyak 109 potongan batu mulia bakal dibagikan itu sudah berbentuk liontin. Batu itu diikat dengan kalung asli kulit domba Garut.
"Harga per liontinnya Rp 15 juta," kata Yudi Nugraha, pengusaha batu sekaligus pemilik gerai Lasminingrat Gemstone, di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Rabu (22/4).
Yudi mengatakan, dalam membuat 109 liontin Pancawarna membutuhkan bahan mentah tak sedikit. Batu dipotong dan dibentuk secantik mungkin dengan beragam corak. Bentuk liontin ini bulat menyerupai koin. Ukurannya berdiameter 3,5 sentimeter dan tebal 8 milimeter.
"Bahan liontin ini menghabiskan 60 kilogram batu," ujar Yudi.
Maksud pemberian batu itu menurut Yudi yaitu sebagai bentuk persembahan warga Garut buat perwakilan negara asing dan mengharumkan nama Indonesia. Lewat momen KAA, dia berharap potensi Garut bisa terangkat.
"Di Garut ini ada yang bisa dibanggakan dengan kekayaan alamnya," ucap Yudi.
Batu Pancawarna dibentuk liontin itu akan dikemas dalam kotak kayu, dan secara simbolis akan diberikan langsung oleh istri Bupati Garut, Diah Kurnia Sari, kepada istri Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.
"Jadi ini satu hal luar biasa. Kabupaten Garut lewat pengrajinnya bisa memberikan satu hal yang sedang kekinian. Sesuatu yang dibanggakan warga Garut dengan memberikan tanda sayang bagi delegasi," tambah Yudi.
Sumbangsih warga Garut ini, lanjut Yudi, patut diacungi jempol. Dengan harga bingkisan mencapai ratusan juta rela dia persembahkan bagi kepala negara peserta konferensi tingkat tinggi ini. Apalagi bagi para pecinta batu akik, jenis ini banyak diburu kolektor dalam negeri dan mancanegara.
"Dari sisi cintanya kita lihat. Kalau dari nilai ini kan bisa mencapai ratusan juta," lanjut Yudi.(mdk/ary)