Pantaskah Jokowi bagi-bagi duit ke rakyat tiap blusukan?
Guru Besar Politik Universitas Padjadjaran Obsatar Sinaga mengatakan, Jokowi bukan seorang 'Sinterklas'.
Joko Widodo (Jokowi) sosok presiden yang membangun kedekatan dengan rakyat dengan gaya blusukannya. Dengan cara menyapa langsung ke masyarakat, Jokowi yakin bisa mengetahui permasalahan yang terjadi di tengah rakyatnya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghabiskan liburan tahun baru 2015 di kampung halamannya, Solo, Kamis (1/1). Bersama putra bungsunya, Kaisang Pangarep, mantan wali kota Solo itu keluar dari kediaman pribadinya, Jalan Kutai Utara RT 8 RW 7, Sumber, Solo siang tadi. Dalam kunjungan kerjanya ke Subang, Presiden Jokowi tebar sumbangan untuk para petani dan warga desa. Saat mampir ke Pondok Pesantren Al-Ishlah di Desa desa Jatireja, Compreng, Kabupaten Subang, Jokowi membagi-bagikan hadiah untuk para santri. Topik pilihan:Kunjungan Kerja Jokowi-JK|Kabinet Jokowi Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengunjungi warga pengungsi letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo. Jokowi memberikan nomor telepon selular miliknya, agar warga bisa mengirimkan pesan singkat bila ada program pembangunan infrastruktur bagi pengungsi di Sinabung terhambat. Topik pilihan:Kunjungan Kerja Jokowi-JK|Kabinet Jokowi Saat melakukan kunjungan ke Bengkulu, Presiden Jokowi juga bagi-bagi duit ke petani, nelayan, pedagang dan pengurus masjid. Dia menyiapkan duit di dalam amplop coklat yang sudah dibawa oleh ajudannya untuk diberikan ke masyarakat yang hadir di sana. Topik pilihan:Kunjungan Kerja Jokowi-JK|Kabinet Jokowi Jokowi melakukan kunjungan ke perbatasan Timor Leste di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam perjalanan pulang dari pintu perbatasan Motaain, atau tepatnya ketika berada di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, pada pada Sabtu 20 Desember 2014 lalu. Jokowi tiba-tiba turun dari mobilnya saat melihat sekelompok warga dengan kondisi rumah yang memprihatinkan.
Gaya blusukan ini memang sudah dibawa sejak Jokowi menjadi wali kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Bahkan karena gaya unik ini, popularitas Jokowi terus melonjak hingga sukses menangi Pilpres 2014.
Tidak hanya menyapa yang dilakukan Jokowi saat blusukan, namun dia juga kerap kali memberikan hadiah kepada masyarakat yang disapanya. Dari mulai kaos, sepeda, bahkan uang tunai Jokowi berikan kepada rakyatnya.
Guru Besar Politik Universitas Padjadjaran Obsatar Sinaga mengatakan, Jokowi bukan seorang 'Sinterklas' yang tiap datang bagi-bagi uang. Dia berpandangan, baiknya Jokowi memberikan program kerakyatan yang real ketimbang bagi-bagi duit.
"Saya kira, itu tindakan berlebihan, sebab memimpin negara harus membuat kebijakan yang sistematis. Tindakan membagi-bagikan uang adalah tindakan sinterklas, bukan tindakan pemimpin, sebab dengan begitu tidak menyelesaikan masalah bangsa ini," kata Obsatar kepada merdeka.com, Minggu (4/1).
Dia meminta agar Jokowi tak selalu memberikan uang kepada rakyat. Namun, sebuah kebijakan yang membuat rakyat itu jadi mandiri.
"Jangan berikan ikan tapi berikan kailnya. Jangan kasih uang tapi kasih kebijakan yang mengarah pada program untuk menstimulasi orang bisa mandiri," tegas dia.
Namun pandangan berbeda dinilai oleh pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro. Menurut dia, membagi-bagikan uang adalah gaya Jokowi dan sah saja dilakukan.
"Ada orang yang memberi nunggu diminta dulu, tapi ada juga orang yang tak mau memberi meskipun diminta. Artinya, ada orang yang merasa happy bisa memberikan sesuatu ke sesama. Jadi itu hal yang jamak. Kembali ke kebiasaan atau karakter masing-masing orang," tutur Siti.
Berikut aksi blusukan Jokowi yang bagi-bagi duit ke rakyatnya:Tahun baruan di Solo, Jokowi bagi-bagi duit ke rakyatnya
Saat berkeliling ke jalan-jalan di Solo, Mantan Wali Kota Solo ini membagi-bagikan kaos ke warga yang ada di jalan.
Dengan kawalan Paspampres, suami Iriana ini berkeliling hampir ke seluruh sudut Kota Bengawan. Di sepanjang jalan ia berkali-kali berhenti untuk menjumpai warga dan pengemudi becak. Kepada mereka mantan Gubernur DKI ini membagikan kaos dan amplop berisi uang.
"Senang mas, dapet kaos dan amplop dari pak Presiden Jokowi. Ini namanya kado tahun baru," ujar Sutarno (57) pengayuh becak asal Sukoharjo.
Usai berkeliling kota bagi kaos dan amplop, Jokowi kemudian kembali lagi ke kediamannya sekitar jam 13.30 WIB.Bagi duit ke santri di Subang
Usai membagi-bagikan hadiah kepada para santriawan dan santriwati, Jokowi lalu melanjutkan perjalanannya ke sodetan Tarum Timur, Desa Kiara Sari, Compreng, Subang. Selama perjalanan, mantan gubernur DKI ini sempat meminta pengawalnya untuk membagi-bagikan amplop putih berisi uang.
Jokowi membagi-bagikan amplop kepada para pak tani dan bu tani yang sedang berada di sawah mereka. Iring-iringan rombongan presiden sempat berhenti beberapa kali untuk memberikan amplop kepada warga setempat.
Selain amplop, Jokowi juga membagikan kaos dan buku tulis kepada anak-anak di sana. Beberapa warga dan petani sempat terharu setelah diberi oleh Jokowi.
Saat berkunjung ke lokasi lainnya, yakni lokasi pembangunan Jalan Tol Cikampek Palimanan di Kampung Cilameri, Desa Cisaga, Cibogo, Subang, Jokowi juga membagi-bagikan beras pulen 5 kg kepada warga setempat.
Di lokasi kelima yang dikunjungi Jokowi hari ini, warga sempat berebutan untuk mendapatkan beras. Hal itu sempat ditangani oleh polisi, warga pun berteriak terima kasih kepada Jokowi.Blusukan ke Sinabung, Jokowi bagi-bagi duit Rp 500 ribu
"Sudah ada programnya, pembangunan jalan ke relokasi. Dilihat kalau belum jalan sms ke saya. Tahu nomor telepon saya?," kata Jokowi saat mengunjungi tempat pengungsian warga di Gereja Batak Karo Protestan di Jalan Raya Kutacane, Kabanjahe, Rabu (29/10). Demikian tulis Antara
"08122600960, sudah dicatat?, yang tidak mencatat juga tidak apa-apa," lanjut Jokowi.
Jokowi menegaskan hal yang paling penting saat ini untuk penanganan pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung adalah relokasi bagi warga yang belum bisa pulang, akibat letusan yang masih terjadi.
"Di sini sudah berapa bulan? anak-anak apa sudah sekolah semua? ini satu-satu diselesaikan. Dua tiga hari ini jalanan sudah mulai diperbaiki dan kita harapkan bisa relokasi nanti tapi yang belum nanti dulu."
"Yang kedua memang solusinya relokasi, kalau meletusnya lama, bapak ibu sekalian memang belum mendapatkan kepastian. Nanti setelah relokasi, lahan yang di kaki gunung tetap milik bapak ibu," lanjutnya.
Tempat pertama yang dikunjungi adalah Posko Utama di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Tanah Karo, kemudian Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana mengunjungi tempat pengungsian di Gedung KNPI Kabanjahe, Gedung Gereja Batak Karo Protestan, pengungsian di Gedung Universitas Karo Kabanjahe dan terakhir mengunjungi lokasi pengungsian warga di daerah Guru Kinayan.
Dalam sejumlah kesempatan, Jokowi menyerahkan bantuan sebesar Rp 500.000 per KK kepada pengungsi yang dikunjungi dan juga menyerahkan paket berupa buku, peralatan sekolah dan juga masing-masing kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar untuk setiap kepala keluarga.Jokowi bagikan duit ke pedagang di Bengkulu
Tidak hanya itu, Jokowi juga menyumbang duit di Masjid Kelurahan Malabero, di Masjid Al-Hasyim. Jokowi memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta. Sementara itu, di Pasar Panorama, koperasi setempat mendapatkan bantuan usaha sebesar Rp 250 juta.
"Gunakan dana ini untuk para nelayan ya," ujar Jokowi pada 26 November lalu.Jokowi kasih duit Rp 112 juta ke wanita miskin
Kemudian, Jokowi memberikan duit Rp 112 juta ke seorang wanita tua yang rumahnya nampak memprihatinkan. Dengan harapan, duit itu digunakan untuk membeli hewan ternak untuk bertahan hidup.
Dalam peristiwa ini, Jokowi ditemani oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Tidak hanya berikan uang ke nenek tua, Jokowi juga sumbang duit melalui ketua RT di kawasan itu sebesar Rp 148 juta. Pesan yang disampaikan sama, uang tersebut diharapkan digunakan untuk membeli ternak.