LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Panitia pusat temukan dugaan joki SBMPTN di Unsri Palembang

Panitia pusat menemukan adanya dugaan joki dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 di Palembang. Temuan ini tengah diselidiki karena kasus serupa pernah terjadi tiga tahun lalu.

2018-05-09 00:34:00
SBMPTN
Advertisement

Panitia pusat menemukan adanya dugaan joki dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 di Palembang. Temuan ini tengah diselidiki karena kasus serupa pernah terjadi tiga tahun lalu.

Ketua Panitia Lokal SBMPTN Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Zainuddin Nawawi mengungkapkan, hal itu ditemukan dalam kunjungan panitia pusat saat SBMPTN di Unsri Palembang, Selasa (8/5). Dari hasil pengecekan, terdapat tiga orang yang terdaftar menjadi peserta namun tidak berada di lokasi. Mereka disinyalir mahasiswa tingkat akhir yang menyediakan jasa menjadi joki agar peserta lulus ujian.

"Ya itu dari hasil pantauan panitia pusat. Diduga mereka adalah joki, tapi ini baru dugaan, masih diselidiki. Bisa saja mereka tidak datang karena takut dicek, kurang calak (cerdas) dari panitia," ungkap Zainuddin saat dihubungi merdeka.com, Selasa (8/5).

Advertisement

Menurut dia, dugaan itu bisa benar sebab tiga tahun lalu, kasus tersebut pernah terjadi. Saat itu, seorang mahasiswa Unsri kedapatan menjadi joki SBMPTN.

Ketika itu, yang bersangkutan mendaftar sebagai peserta dan duduk berdampingan dengan peserta yang menggunakan jasanya. Mahasiswa itu menjawab soal di lembar jawaban milik peserta dengan tujuan bisa lulus.

"Dari pengakuannya, dia diupah Rp 6 juta. Langsung kita berhentikan sebagai mahasiswa, sedangkan peserta yang menggunakan jasanya kita nyatakan gugur, tidak lulus," ujarnya.

Advertisement

Dikatakannya, tiga orang terduga joki tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. Jika terbukti, yang bersangkutan akan diberikan sanksi tegas karena menyalahi aturan.

"Masih kita lacak, kita lihat dulu data yang ada," kata dia.

Dia menambahkan, SBMPTN di Palembang hari ini diikuti 22.205 peserta dan hasilnya akan diumumkan pada 3 Juli 2018 mendatang. "Kami ingin SBMPTN di Palembang berjalan tertib dan terbuka, tidak ada ulah oknum-oknum dengan berbagai modus biar diterima di perguruan tinggi negeri," pungkasnya.

Baca juga:
Enam penyandang tunanetra ikuti SBMPTN 2018 di Medan
Citra kota pelajar jadi magnet bagi calon mahasiswa pilih kuliah di DIY
74 Ribu calon mahasiswa ikut SBMPTN di UIN
Cegah kecurangan, peserta SBMPTN diperiksa ketat
26.743 Peserta ikuti SBMPTN di Solo

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.