Panitia jamin tak ada parkir liar di PRJ
"Saya jamin tidak ada lagi parkir yang bayar Rp 500.000," kata Direktur Marketing PRJ Ralph Schneumann.
Untuk ke-45 kalinya kegiatan Pekan Raya Jakarta (PRJ) kembali gelar. Meski acara ini kerap sukses, tapi beberapa di sana-sini nya masih banyak kekurangan, seperti maraknya parkir liar.
Panitia penyelenggara mengaku berusaha terus memperbaiki kinerja mereka, meski kondisi PRJ tidak seratus persen membaik. Sebab, parkir dan pungutan liar di luar arena bukan tanggung jawab mereka.
"Tahun ini kita sudah belajar dari tahun lalu, dari sisi parkir kita sudah bekerja sama dengan LSM dan pihak kepolisian untuk penjagaan di parkir luar," kata Direktur Marketing PRJ Ralph Schneumann kepada merdeka.com di arena PRJ, Sabtu kemarin.
Menurut Ralph, lahan parkir di luar arena PRJ sebenarnya bukan tanggung jawab penyelenggara. Tetapi demi kenyamanan para pengunjung, hal tersebut menjadi prioritas panitia agar para pengunjung merasa nyaman.
"Kita prioritaskan kenyamanan pengunjung saat ini. Kita bisa lihat sekarang sudah rapi tidak ada pemalakan. Memang tahun lalu ada, tetapi tahun ini tidak ada karena pendapatan kita kasih ke LSM-LSM itu. Saya jamin tidak ada lagi parkir yang bayar Rp 500.000," tambahnya.
Memang untuk dapat masuk ke arena PRJ ini pengunjung yang membawa kendaraan roda empat dikenakan biaya masuk Rp 15.000 per kendaraan dan untuk kendaraan roda dua dikenakan biaya masuk sebesar Rp 8.000.
Ralph mengatakan, jika pengunjung diminta pungutan liar maka diharapkan menghubungi petugas parkir yang memiliki tanda panitia.
"Kita imbau untuk masyarakat tidak membayar parkir Rp 15.000. Lebih dari itu tidak boleh. Saat ini lahan parkir sudah kondusif hingga saat ini tidak ada pemberitaan yang negatif. Semoga ini terus berlanjut sampai akhir acara ini," imbau Ralph.
(mdk/ren)