LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Panglima TNI Sebut KST Manfaatkan Wanita dan Anak-Anak untuk Serbu Prajurit

Ceritanya tersebut berawal dari pasukan kita 36 prajurit kita yang beroperasi mencari terhadap informasi adanya lokasinya pilot. Selama ini saya sampaikan bahwa saya akan melakukan pencarian. Namun di dalam perjalanannya kami diadang dan kontak tembak dengan KST

2023-04-18 16:33:15
Teror KKB
Advertisement

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyebut Kelompok Separatis-Teroris (KST) Papua menggunakan wanita dan anak-anak sebagai "tameng" hidup untuk menyerbu 36 anggota TNI yang tengah berpatroli di kawasan Mugi-Mam, Nduga Papua Pegunungan.

Kondisi tersebut digambarkan oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono usai meninjau Papua pada Selasa (18/4) ini. Menurut Panglima Yudo, cerita kejadian itu berawal saat 36 prajurit beroperasi mencari lokasi pilot yang tengah disandera oleh KST.

"Jadi, ceritanya bahwa kejadian tersebut berawal dari pasukan kita 36 prajurit kita yang beroperasi mencari terhadap informasi adanya lokasinya pilot. Selama ini saya sampaikan bahwa saya akan melakukan pencarian. Namun di dalam perjalanannya kami diadang dan kontak tembak dengan KST," katanya.

Advertisement

Saat itu terjadi kontak tembak, KST disebut memanfaatkan masyarakat yang terdiri dari wanita dan anak-anak sebagai tameng dan turut menyerbu pasukannya.

"Dalam kontak tembak itu mereka memanfaatkan masyarakat dan anak-anak. Kemudian dari masyarakat, khususnya ibu-ibu dan anak-anak menyerbu dengan pasukan kita," tegasnya.

Advertisement

Akibat kondisi yang demikian, pasukannya saat itu dibuat bingung dan memilih bertahan di tempat tersebut. Para prajurit itu disebutnya ragu membalas tembakan KST lantaran masyarakat setempat dijadikan tameng. Alhasil, satu prajurit atas nama Pratu Miftahul Arifin jatuh ke jurang sedalam 15 meter dan ditolong.

Pada saat melakukan pertolongan itu lah, pasukannya dikepung dari berbagai penjuru dan ditembaki dari berbagai posisi. Para prajuritnya pun, memilih bertahan dari serangan KST.

"Dan saat pertolongan itu dilaksanakan penembakan oleh KST dan posisi kita bertahan. Namun karena dari segala sisi, mereka bersama masyarakat, istilahnya dikeroyok ramai-ramai. Sehingga pasukan kita seperti itu, dan sampai saat ini sudah lima personel kena tembak dan tadi sudah dievakuasi ke Timika," katanya.

Kelima prajurit korban luka tembak itu, disebutnya dalam kondisi baik. Hal itu tercermin saat kelimanya mampu berjalan dari helikopter menuju ambulans

"Tadi saya sudah melihat sendiri kondisinya semua sehat. Dari lima itu hampir semua sehat, karena dari heli bisa jalan menuju ambulans untuk dirawat di rumah sakit," tegasnya.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.