LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Panglima TNI sebut 70 persen konflik dunia berlatarbelakang energi

Panglima TNI sebut 70 persen konflik dunia berlatarbelakang energi. Selain itu, ia juga mengemukakan persoalan Laut China Selatan saat ini juga menghadapi tantangan serius, terutama dari China. Gatot mengemukakan, saat ini pelanggaran kapal pencari ikan Cina cukup merepotkan.

2016-09-26 15:12:39
Panglima TNI Gatot
Advertisement

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan konflik yang terjadi di dunia saat ini 70 persen berlatarbelakang energi. Menurut dia, Dari hasil penelitian yang disampaikan British Petroleum menyebutkan bahwa energi fosil akan habis pada tahun 2056 dengan jumlah penduduk 14,5 miliar pada saat itu.

Gatot juga mengingatkan saat energi fosil habis akan tergantikan dengan energi hayati. Persoalan tersebut, jelas Gatot, akan berdampak pada negara yang berada di ekuator.

"Kita tidak boleh lengah, karena energi hayati berada di kawasan ekuator. Asean, Amerika latin, dan Afrika Tengah berada di kawasan ekuator," ucap Gatot saat menyampaikan orasi ilmiah berjudul Memahami Ancaman Menyadari Jatidiri Sebagai Modal Membangun Menuju Indonesia Emas di Gedung Graha Widyatama Unsoed, Senin (26/9).

Selain itu, ia mengemukakan tempat konflik yang sebelumnya berada di kawasan Arab akan bergeser ke arah ekuator. "Arab Spring akan bergeser ke ekuator. Perang masa kini, berlatarbelakang energi akan bergeser ke pangan dan ekonomi," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengemukakan persoalan Laut China Selatan saat ini juga menghadapi tantangan serius, terutama dari China. Gatot mengemukakan, saat ini pelanggaran kapal pencari ikan Cina cukup merepotkan.

"Pelanggaran kapal ikan berbendera Cina terus terjadi di kawasan Laut Cina Selatan, bahkan mereka dikawal oleh post guard. Dalam tiga kali pencurian, terbukti kapal pencuri ikan dikawal post guard. Apalagi, Filipina ajukan ke arbitrase internasional soal tersebut dan kalah," ujarnya.

Tak hanya itu, dalam orasi ilmiah tersebut, ditayangkan cuplikan video pelatihan ISIS yang dilakukan anak-anak dari Indonesia dan juga warga negara Indonesia. Karena itu, ia mengingatkan agar mewaspadai gerakan ISIS seperti yang terjadi di Suriah.(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.