LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Panglima TNI: Rakyat berani hadapi teror, tetap jual sate dan mangga

Jenderal Gatot meminta rakyat Indonesia tak takut menghadapi ancaman teror.

2016-01-19 11:54:54
Ledakan Bom Sarinah Jakarta
Advertisement

Hanya beberapa jam setelah aksi teror yang diduga dilakukan jaringan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Jalan Thamrin, jagat dunia maya diwarnai dengan meme dan foto yang menggambarkan keberanian masyarakat di lokasi ledakan bom dan baku tembak. Ada yang asyik berselfie, ada pula sejumlah pedagang kaki lima yang seolah tak peduli dengan aksi teror dan tetap berjualan.

Salah satunya Jamal penjual sate yang tetap santai menjajakan dagangannya dan penjual mangga yang menawarkan dagangannya ke prajurit TNI. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun santai menanggapi aksi teror dan keberanian masyarakat.

"Jadi begini, masyarakat Indonesia menganggap ini selesai. Jual sate ya jual. Jual mangga ya jual. Emang berani semua. Jadi ya sudah nggak usah dibesar-besarkan," ujarnya saat ditemui pembukaan pertandingan sepak bola antara PS TNI Piala Jenderal Soedirman melawan PS TNI Wira Malindo di Stadion sepak bola Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (19/1).

Advertisement

Aksi teror dianggap berhasil jika mampu membuat takut masyarakat. Karena itu Jenderal Gatot meminta rakyat Indonesia tak takut menghadapi ancaman teror. "Memang masyarakat Indonesia pemberani, nggak takut dan ngapain takut," tegasnya.

Disinggung soal wacana dan urgensi revisi Undang-undang no. 17 tahun 2011 tentang intelijen negara khususnya Pasal 31 dan Pasal 34 ayat 1 c dan perbaikan UU No 15 Tahun 2003 tentang terorisme, Panglima TNI menyerahkan itu semua pada pemerintah dan DPR.

"Itukan urusan pemerintah. Undang-undang apapun juga dengan berdasarkan perkembangan apapun juga perlu dievaluasi. Disesuaikan dengan kondisi terbaru. Namanya UUD 45 ada amandemen 1,2,3 dan seterusnya kok."

Advertisement

Gatot menegaskan tidak mencampuri persoalan revisi UU terorisme. Dia bersama prajuritnya hanya akan bekerja demi memberi manfaat bagi bangsa Indonesia. "TNI tidak pernah berfikir soal akan ditambah atau dikurangkan wewenangnya. Yang penting kita bisa berbuat yang terbaik buat bangsa," ucapnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.