Panglima TNI ngiler lihat heli Sea Hawk SH-60 milik AS
Moeldoko akan melakukan pendekatan kepada Komisi I DPR untuk mempertimbangkan alutsista baru untuk TNI.
Operasi evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 membuat banyak negara di dunia menerjunkan peralatan canggihnya ke Indonesia. Tak terkecuali Amerika Serikat, negeri Paman Sam ini membawa kapal canggih dan sebuah heli paling modern ke Indonesia.
Selama mengikuti operasi, AS menerjunkan USS Sampson, kapal anti-kapal selam, dan sebuah helikopter jenis Sea Hawk SH-60 yang juga dioperasikan membawa serpihan pesawat dan jenazah AirAsia.
"Saya sempat ditanya di sana, bagaimana setelah melihat alutsista canggih milik AS. Terus terang, saya selaku prajurit ngiler itu lihatnya," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Moeldoko menyadari, keberadaan alutsista sangat penting dalam menggelar operasi non-militer, terutama bencana dan kecelakaan. Atas alasan itu, dia ingin berupaya melakukan pendekatan kepada Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Saya pikir kita TNI dikenal operasi militer perang dan selain perang. Selain perang adalah bagaimana TNI memberikan bantuan atas persoalan mendesak. Kita cukup kurang, belum jawab sepenuhnya kepentingan SAR, ini, nanti dorong pada komisi I, berpikir sama-sama dengan kita. Melengkapi perlengkapan SAR itu agar berikan dukungan baik," ungkapnya.
Baca juga:
UPDATE TERKINI: Evakuasi korban AirAsia QZ8501 (4)
Ekor AirAsia berada di sektor III, 30 Km dari titik lost contact
2 Jenazah yang sulit dikenali dimasukan ke kontainer pendingin
2 Jenazah kembali ditemukan kapal nelayan dan kapal tongkang
Perjuangan Tim SAR gabungan di hari ke-11 pencarian AirAsia
Basarnas: Ekor pesawat ditemukan karena kondisi laut bersahabat
Panglima TNI siapkan transport keluarga korban ke Pangkalanbun