Panglima TNI minta prajurit tak mengurung diri di barak
Panglima TNI minta prajurit tak mengurung diri di barak. Menurut Hadi, TNI mempunyai peran sebagai pertahanan negara. Karena TNI mempunyai keunggulan dalam soliditas, organisasi, sistem komando, personel yang terlatih dan peralatan. Sehingga bisa digunakan, setiap saat kami siap digerakkan untuk mengatasi permasalahan.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, memberikan pengarahan kepada 1.500 prajurit TNI di Markas Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura, Sukoharjo, Selasa (20/3). Panglima TNI mengingatkan tentang ancaman global kepada seluruh prajurit TNI dari berbagai kesatuan se-Solo Raya itu.
Menurut Hadi, TNI mempunyai peran sebagai pertahanan negara. Karena TNI mempunyai keunggulan dalam soliditas, organisasi, sistem komando, personel yang terlatih dan peralatan. Sehingga bisa digunakan, setiap saat kami siap digerakkan untuk mengatasi permasalahan.
"Saya mengajak seluruh prajurit agar tidak menutup diri dan mengurung diri di barak. TNI harus bertransformasi, harus membuka wawasan seluas-luasnya agar tidak tertinggal, terutama dalam merespon setiap permasalahan dan ancaman," ujar Hadi.
Dia mengatakan, saat ini tantangan yang tidak kalah penting adalah lahirnya era revolusi industri 4.0 (era distruksi). Suatu kehancuran untuk merubah era lama menjadi era baru.
"Salah satu contoh sederhana adalah angkutan umum berbasis online," tandasnya.
Dia menambahkan, saat ini era revolusi industri sudah merambah ke Tanah Air dan menjadi ancaman global. Ia mengemukakan, ancaman global karena revolusi industri 4.0 tujuannya adalah untuk kesejahteraan manusia. Namun ia menilai ada sisi negatifnya (paradoks).
"Dan ancaman-ancaman perkembangan teknologi itu pada era revolusi 4.0 adalah ancaman cyber, ancaman biologi dan ancaman kesenjangan," katanya.
Mantan Kasau ini melanjutkan, ancaman cyber berbasis kepada data komputer atau data analisis. Sehingga dengan menggunakan komputer data dan analisis data semua bisa terhubung.
Ia mencontohkan, hampir separuh penduduk dunia saat ini sudah terhubung dengan internet. "51 persen kita ini sudah terhubung dengan internet. Saya tidak yakin kalau masing-masing prajurit tidak punya handphone," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini ada kecenderungan setiap ada kegiatan prajurit selalu berselfie kemudian menguploadnya ke akun media sosial. Ia mencontohkan salah satunya adalah foto kegiatan latihan menembak. Secara tidak langsung, menurutnya, foto tersebut telah memberikan data diri kepada pihak lawan.
"Yang seperti ini adalah ancaman serius paradoks dari era revolusi industri 4.0. Begitu mudahnya kita diprofiling, kita dilihat, begitu mudahnya dia tahu siapa saya, hobinya apa, istrinya siapa, anaknya berapa, kelemahannya apa, sering ke mana," pungkasnya.
Baca juga:
Panglima TNI mimpi bangun sekolah kedirgantaraan bertaraf internasional di Solo
Bintang terang Letjen Doni Monardo, bakal redup di Wantannas?
Berkaus palu arit, seorang Ibu diciduk tentara ketika belanja
Presiden Jokowi tunjuk Mayjen Doni Monardo jadi Sesjen Wantannas
Ketua MPR setuju TNI ikut perangi terorisme asal terbatas
Mayjen Besar Harto jadi Pangdam Siliwangi gantikan Mayjen Doni Monardo
Ini sosok Mayjen Besar Harto, Pangdam Siliwangi yang baru