Panglima TNI: Jopi Peranginangin preman, prajurit saya juga preman
Panglima TNI Jenderal Moeldoko menilai kasus penusukan aktivis Jopi Peranginangin bukan permasalahan LSM dan TNI.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko menilai kasus penusukan aktivis lingkungan, Jopi Peranginangin bukan permasalahan Lembaga Swadaya Masyarakat dengan TNI. Menurut Moeldoko, kasus Jopi Paranginangin merupakan perkelahian antara pribadi dengan prajurit TNI AL.
"Jangan terus dilengketkan Jopi aktivis LSM dalam pembunuhan itu. Itu Jopi selaku preman dan prajurit saya juga selaku preman, oknum prajurit yang nakal. Jadi seolah-olah ada benturan LSM dan TNI, itu tidak ada," kata Moeldoko di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6).
Menurut Moeldoko, penusukan itu terjadi karena ketersinggungan antara Jopi dan oknum prajurit TNI AL. Sebab, keduanya tak saling mengenal sebelumnya.
"TNI tak pernah bersinggungan melakukan perlawanan. Mohon dibedakan Jopi selaku pribadi," ujarnya.
Kendati demikian, dia menegaskan proses hukum kasus pembunuhan tersebut terus berjalan, meski pelaku berasal dari prajurit TNI AL. "Hukum jalan terus dong," tutupnya.
Untuk diketahui, kasus penusukan aktivis Jopi Peranginangin di Venue Bar and Lounge, Kemang pada Sabtu 23 Mei lalu ini sudah dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POM AL).
"Kita sudah berikan informasi ke 'rekan samping' mereka juga akan menyelidiki dan membuat investigasi. Kita enggak bisa cawe-cawe, tapi yang pasti kita tetap lanjutkan pemeriksaan," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Krishna Murti usai gelar Operasi Patuh di Polda Metro Jaya, Rabu (27/5) kemarin.
Baca juga:
Keluarga desak POM AL dan Polri transparan soal kasus penusukan Jopi
Penusuk Jopi dari TNI AL masih berkeliaran, aktivis merasa tak aman
Aktivis desak POM TNI AL buka identitas penusuk Jopi
Sering dapat ancaman, aktivis lingkungan minta perlindungan Jokowi
Kematian Jopi, Komnas HAM sebut negara abaikan keselamatan aktivis