LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Panglima TNI setujui Kopassus dan Brimob berlatih bersama

Persetujuan itu diberikan langsung setelah Kapolri menjelaskan tentang apa saja kebutuhan Brimob.

2015-07-28 20:03:00
Panglima TNI Gatot
Advertisement

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo langsung menyatakan setuju terkait permintaan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti agar Kopassus memberikan latihan kepada Satuan Brimob di lingkungan Polri.

Persetujuan itu diberikan langsung oleh Panglima TNI setelah Kapolri menjelaskan tentang apa saja kebutuhan Brimob yang diperlukan dari TNI saat jumpa pers di Ruang Cendrawasih, Gedung Graha Tjendikia, Kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Jalan Sultan Agung, Kota Semarang, Jawa Tengah Selasa (28/7).

"Disetujui untuk latihan survival dan penjejakan latihan di hutan bukan rider," tegas Panglima TNI di hadapan wartawan dan ratusan perwira tinggi di lingkungan Polri.

Panglima menjelaskan kemampuan yang akan diberikan TNI ke Polri dalam hal ini Satuan Brimob bukan kemampuan rider yang semestinya dimiliki oleh Kopassus.

"Begitu ya. Apa yang dikatakan Pak Kapolri bukan kemampuan rider. Tetapi kemampuan untuk survival di hutan, penjejakan itu akan dilatihkan," ungkapnya.

Soal pelaksanaan teknisnya, Panglima mengatakan, bisa dilakukan di beberapa pusat-pusat latihan atau Resimen Induk Kodam (Rindam) yang tersebar di setiap Kodam di Indonesia.

"Di banyak pusat pendidikan-pendidikan. Di Rindam Jakarta ada, di tiap-tiap daerah ada. Tiap-tiap Kodam ada," ungkapnya.

Soal teknis dan kapan pelaksanaannya, Panglima TNI menyampaikan tergantung hasil pembicaraan Kapolri dan dirinya.

"Yah. Nanti kita bicarakan dengan Pak Kapolri. Tergantung beliau saya setiap saat siap," ujarnya.

Panglima TNI mengaku menyetujui permintaan Kapolri yang menginginkan diberikannya pelatihan kemampuan bertahan hidup di hutan dan di gunung yang diperlukan Brimob untuk pengejaran teroris. Bukan kemampuan rider atau kemampuan combater.

"Jadi begini, setelah dijelaskan Pak Kapolri kemampuan bukan kemampuan rider. Kemampuan rider adalah kemampuan combater. Yang diinginkan Pak Kapolri adalah bagaimana kemampuan survival, kemampuan bagaimana hidup di hutan, kemudian kemampuan penjejakan. Itu tentunya akan diberikan oleh TNI. Bukan kemampuan rider karena TNI kemampuan rider belum tentu punya rider karena hanya untuk pasukan khusus," pungkasnya.

Baca juga:
Pastikan pembangunan kios di Tolikara, Jokowi panggil Panglima TNI
Panglima TNI dan jajaran menteri siap selesaikan insiden Tolikara
Pensiun dari Panglima, Moeldoko pilih istri daripada jadi menteri
Jenderal Gatot serahkan tongkat komando Kasad ke Letjen Mulyono
Sosok Panglima TNI Jenderal Gatot di mata Kapolri dan Kabareskrim

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.