Pangdam Udayana tegaskan 16.000 pasukannya siap turun saat erupsi Gunung Agung
Pangdam Udayana tegaskan 16.000 pasukannya siap turun saat erupsi Gunung Agung. Meski demikian, Pangdam tetap berharap Gunung Agung tidak erupsi. Dia juga meminta warga yang daerahnya berada di zona rawan, tetap berada di pengungsian.
Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal TNI Komarudin Simanjuntak telah menginstruksikan pasukannya untuk mengantisipasi jika Gunung Agung erupsi. Ditemui di sela Anniversary Golf Tournament, Pangdam menyebutkan bahwa anggotanya masih diperbantukan membantu penanganan pengungsi.
Dia juga sudah menyiagakan pasukan cadangan untuk membantu mengevakuasi pengungsi. "Kami masih ada 16.000 pasukan yang disiagakan. Pasukan ini akan disiapkan khusus untuk insiden," tegas Pangdam.
Meski demikian, Pangdam tetap berharap Gunung Agung tidak erupsi. Dia juga meminta warga yang daerahnya berada di zona rawan, tetap berada di pengungsian.
"Semasih pemerintah menyatakan bahwa setatus gunung Agung belum normal. Sekiranya kita tetap berdoa agar gunung Agung tidak sampai meletus. Juga kepada para pengungsi terutama yang daerahnya berada di posisi rawan untuk tetap mengikuti imbauan pemerintah," singkatnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa siaga darurat bencana Gunung Agung hingga 16 Oktober. Hal ini berdasarkan aktivitas gunung yang cenderung mengalami peningkatan.
Kepala BNPB Willem Rampangilei menuturkan, sebelumnya siaga darurat bencana ditetapkan sejak 22 September 2017 selama 14 hari. Dan besok akan berakhir, kemudian diperpanjang lagi hingga 16 Oktober 2017.
"Adanya perpanjangan siaga darurat kebencanaan ini karena kecenderungan aktivitas Gunung Agung yang meningkat. Kami juga harus melihat bagaimana gempanya, vulkanik dalam dan dangkal," kata Willem di Posko Tanah Ampo, Karangasem, Kamis (5/10).
Pihaknya menegaskan, secara rata-rata gempa Gunung Agung belum menurun justru malah meningkat. "Lalu kami menetapkan perpanjangan darurat bencana," ujarnya.
(mdk/noe)