Pandemi Belum Berakhir, Epidemiolog Minta Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Publik
Epidemiolog Universitas Hasanuddin, Ridwan Amiruddin meminta pemerintah memprioritaskan kesehatan publik di tengah pandemi Covid-19. Dia menegaskan, ekonomi tidak bisa diprioritaskan bersamaan dengan kesehatan publik.
Epidemiolog Universitas Hasanuddin, Ridwan Amiruddin meminta pemerintah memprioritaskan kesehatan publik di tengah pandemi Covid-19. Dia menegaskan, ekonomi tidak bisa diprioritaskan bersamaan dengan kesehatan publik.
"Dalam teori pengendalian Covid-19 dari beberapa referensi dijelaskan bahwa keamanan publik menjadi prioritas pertama. Tidak bisa disandingkan sebenarnya ekonomi dengan persoalan kesehatan," katanya dalam diskusi bertema Varian Baru Covid-19, Sabtu (22/5).
Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) ini mengingatkan nyawa masyarakat tidak bisa dikesampingkan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
"Ekonomi ini bisa tumbuh setelah pandemi berakhir. Pandemi ini tidak bisa menawar orang yang sudah mati dihidupkan kembali. Karena itu, prioritasnya bagaimana menyelamatkan bangsa ini dari Covid-19," tegasnya.
"Selesaikan Covid-19, keluar dari proses ini, ekonomi akan berjalan kembali natural," tandasnya.
Data Kementerian Kesehatan 21 Mei 2021, 1.764.644 orang di Indonesia telah terjangkit Covid-19. Dari jumlah tersebut, 49.073 orang meninggal dunia dan 1.626.142 telah sembuh.
Sementara itu, 89.429 orang berstatus kasus aktif Covid-19. Kasus aktif merupakan pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan atau isolasi.
Baca juga:
IDI: Varian Baru Covid-19 di RI Belum Bisa Disimpulkan Mematikan
Potret Penderita Covid-19 India Dirawat di Bawah Pohon
Diduga dari Transmisi Lokal, Puluhan Warga Satu Kampung di Garut Ini Positif Covid-19
Data Terbaru WNA Positif Covid-19 di RI 22 Mei 2021
Data Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran 22 Mei 2021