Pamit mondok ke Ciamis, mahasiswi Unsri hilang sejak 5 hari lalu
Desty cuma membawa uang Rp 50 ribu saat pamit pergi.
Sempat meminta izin untuk pergi menimba ilmu agama di pondok pesantren Tahfidz Alquran Anshorulloh di Ciamis, Jawa Barat, Desty Anggraini (21), mahasiswi bidik misi Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, tidak diketahui keberadaannya sejak lima hari lalu. Keluarga berharap, Desty segera pulang ke rumah dengan kondisi selamat.
Orangtua Desty, Nurhasanah (45) mengaku anaknya pamit kepada keluarga untuk mondok di Ciamis. Pihak keluarga sempat melarang karena terlalu jauh dan Desty anak perempuan. Namun Desty tetap berangkat pada 6 Agustus 2015 lalu.
"Kami tadinya melarang, tapi Desty ngotot pingin pergi ke Ciamis. Katanya biar nambah ilmu agama," ungkap Nurhasanah saat dijumpai di kediamannya di Jalan Sultan Muhammad Mansyur PDAM, Lorong Alir, Gang Pelita 8, RT 14 RW 5, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Rabu (19/8).
Saat pergi Desty yang kuliah FKIP Unsri Palembang Program Studi Pendidikan anak usia dini (PAUD) itu membawa tas ransel, berisi pakaian dan uang saku Rp 50 ribu. Sementara biaya ongkos sudah ada karena dijamin oleh teman Desty yang sama-sama berangkat ke Jawa.
"Dia cuma minta duit segitu, memang tidak cukup buat makan," kata dia.
Sejak kepergiannya itu, keluarga masih bisa berkomunikasi melalui telepon dan pesan singkat. Namun, sejak 15 Agustus 2015, kontak terputus hingga sekarang tanpa diketahui di mana keberadaan Desty.
"Kami belum lapor ke polisi. Kami masih berusaha mencari informasi dari teman-temannya. Tapi, mereka tidak tahu juga," ujarnya.(mdk/cob)