Pameran batu akik dari seluruh nusantara di Bekasi diserbu penggemar
Tak kurang dari 80 lapak pedagang memadati lorong pintu masuk Pasar Sipansa.
Batu mulia atau batu akik kini tengah naik daun. Harganya pun juga membuat orang tercengang, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah, bahkan bisa sampai miliaran rupiah. Tak heran, belakangan ini marak pedagang batu akik maupun pamerannya.
Terbaru ialah pameran batu akik di Pasar Sipansa, Summarecon Bekasi, yang digelar sejak Jumat lalu. Namun, untuk kontes batu mulai digelar hari ini.
"Pameran digelar untuk lebih menghargai dan memajukan komoditas batu akik asal Indonesia," kata Koordinator Pasar Sinpasa, Esra Dewayani di Bekasi, Minggu (22/2).
Dia mengatakan, bahwa sejumlah batu asal Indonesia sudah diakui dunia internasional dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dengan begitu, kekayaan Indonesia semakin tak ternilai. Karena batu pun mempunyai nilai jual tinggi.
"Batu dari Indonesia ini dikenal banyak ragam dan corak, bentuknya juga bagus-bagus, tidak kalah dengan emas," kata Esra.
Ia menambahkan, batu yang dikonteskan ada empat kategori, yaitu batu Bacan terindah, batu Indocrase terindah, batu Biosolar terindah, dan batu bergambar terunik. "Jurinya para professional dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia," katanya.
Dafit, salah satu pemilik lapak, memiliki koleksi batu akik Kecubung Bulu Merindu asal Kalimantan Barat yang nilainya mencapai Rp 100 juta. Keunikannya, menurut dia, ialah serat bulu di dalam batu yang tak akan mati.
"Meski sudah dipoles, tapi serat bulu tetap tumbuh," kata Dafit.
Pantauan merdeka.com di lokasi pameran, tak kurang dari 80 lapak pedagang memadati lorong pintu masuk pasar modern tersebut. Berbagai batu dari penjuru nusantara dipamerkan, pengunjungnya pun cukup antusias untuk berburu koleksi terbarunya.(mdk/eko)