Paloh ibaratkan #2019GantiPresiden dan #PresidenSibukBekerja seperti bom waktu
Paloh ibaratkan #2019GantiPresiden dan #PresidenSibukBekerja seperti bom waktu. Paloh berpendapat, masyarakat pada umumnya hanya memahami demokrasi adalah sebatas perbedaan. Karenanya, Paloh cemas bila tidak ada perubahan maka hal tersebut cenderung mendatangkan hal buruk ketimbang manfaat.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan 'perang' #2019GantiPresiden dengan #PresidenSibukBekerja sudah bukan soal dialektika biasa. Apalagi sampai timbul intimidasi.
"Kaus hashtag ganti presiden, di-counter hashtag kaus presiden sibuk bekerja. Ini tidak bisa kita anggap dialektika romantika biasa. Ketika tingkat pemahaman belum mampu membedakan batas koridor ruang lingkup mengekspresikan yang berbeda, dan dimana yang sudah offside," kata Paloh di Gedung Akademi Bela Negara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (2/5).
Paloh berpendapat, masyarakat pada umumnya hanya memahami demokrasi adalah sebatas perbedaan. Karenanya, Paloh cemas bila tidak ada perubahan maka hal tersebut cenderung mendatangkan hal buruk ketimbang manfaat.
"Demokrasi tidak hanya mengenal arti perbedaan tapi juga bisa diwujudkan merangkul, merangkum satu perbedaan menjadi satu kebersamaan," jelas dia.
Paloh pun menekan betul, bahwa apa yang dipesankan bisa direnungkan para khalayak. Karena jika tidak, Paloh meramalkan akan terjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
Baca juga:
Wakapolri sebut harusnya polisi cegah massa beda kaos bertemu di CFD
Kawal laporan ibu diintimidasi saat CFD, PSI harap polisi usut tuntas pelaku
Politik buruh di May Day, deklarasi dukung Prabowo dan #2019GantiPresiden
Ibu anak diintimidasi, #2019GantiPresiden dinilai gerakan yang membuka peluang teror
Polisi tak larang kaos #2019Ganti Presiden, yang jadi masalah persekusinya