LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Paku yang menancap di kerbau masih baru dan tidak berkarat

"Setelah bom meledak, saya langsung mengecek kerbau saya yang terkena bom. Jumlahnya puluhan paku yang menancap di kaki belakang dan perut kerbau. Saya cabutin. Jenis pakunya ada paku usuk, paku reng kayu, paku reng bambu dan paku-paku kecil. Semuanya masih dalam kondisi baru. Tidak ada karatnya," cerita Bardi.

2016-11-02 01:30:00
ledakan bom
Advertisement

Puluhan paku yang menancap di badan kerbau milik Bardi Bartoatmojo, warga Dusun Sawahan, Sumber Agung, Jetis, Bantul, DIY ternyata kondisinya masih baru dan tidak berkarat. Hal ini sebagaimana disampaikan Bardi saat ditemui Merdeka.com di rumahnya, Selasa (1/11) beberapa saat setelah ledakan bom terjadi.

"Setelah bom meledak, saya langsung mengecek kerbau saya yang terkena bom. Jumlahnya puluhan paku yang menancap di kaki belakang dan perut kerbau. Saya cabutin. Jenis pakunya ada paku usuk, paku reng kayu, paku reng bambu dan paku-paku kecil. Semuanya masih dalam kondisi baru. Tidak ada karatnya," cerita Bardi.

Bardi menambahkan bahwa setelah sempat mencabuti paku di lokasi kejadian meledaknya bom, paku-paku tersebut dibuangnya ke sungai. Sedangkan paku yang masih menancap karena letaknya cukup masuk ke dalam daging kerbau dibiarkannya.

Sesampainya di kandang, Bardi kemudian dibantu oleh seorang dokter hewan untuk mencabuti paku yang tertancap dalam di badan kerbau. Menurutnya, beberapa paku masuk terlalu dalam sehingga sulit diambil jika tanpa bantuan dokter hewan. Setelah dicabuti, paku lalu dibawa oleh polisi sebagai barang bukti.

"Ada beberapa yang dalam. Posisinya kepala paku justru yang menusuk daging kerbau sementara bagiannya yang runcing justru yang kelihatan di luar. Kalau dicabuti sendiri susah," jelas Bardi.

Penemuan paku dalam kondisi baru ini menimbulkan spekulasi bahwa bom yang diduga rakitan yang meledak tersebut merupakan bom baru. Namun hal itu masih belum dipastikan kebenarannya.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Frans Tjahyono, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah bom yang meledak itu terkait dengan jaringan terorisme. Pihak kepolisian hingga saat ini masih terus mencari apa motif dari peledakan tersebut. Termasuk apakah ada motif kesengajaan dari bom tersebut.

"Semua masih kita dalami. Kita baru menyelidiki bahan dan jenis bom. Motifnya kita belum tahu. Belum diketahui ada kesengajaan atau tidak. Semua masih kita selidiki," ungkap Frans.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan cukup keras terjadi di daerah Sawahan, Sumber Agung, Bantul. Ledakan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Sampai saat ini polisi masih terus menyelidiki jenis bom, daya ledak dan motif bom yang meledak.

Baca juga:
Ledakan keras terjadi di Bantul, ditemukan paku dan serpihan logam
Diduga bom rakitan di Bantul meledak saat terinjak kerbau
Getaran ledakan bom rakitan di Bantul terasa hingga radius 50 meter
Warga mengira ledakan diduga bom rakitan di Bantul seperti gempa
Terkena ledakan, kerbau milik Bardi tertancap 50 paku
Ini cerita pemilik kerbau yang terkena ledakan diduga bom di Bantul

Advertisement



(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.