Pakar sebut Varian AY.4.2 Lebih Menular 10-15 Persen dari Delta
Mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu mengatakan kasus AY.4 dilaporkan mendominasi 63 persen kasus baru di Inggris dalam sebulan terakhir. Sementara AY.4.2 juga terus meningkat angkanya di Inggris.
Pakar ilmu kesehatan dari Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkap data terbaru varian COVID-19 jenis AY.4.2 lebih menular 10 hingga 15 persen dari Delta.
"Dari lima kemungkinan dampak maka baru ada informasi tentang penularan, yaitu bahwa AY.4.2 nampaknya sekitar 10 sampai 15 persen lebih menular," kata Tjandra Yoga Aditama melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (3/11).
Tjandra mengatakan AY.4.2 adalah semacam “turunan” dari varian Delta. Awalnya pada akhir 2020 dan awal 2021 dikenal sebagai B.1.617. Lalu muncul B.1.617.1 yang pernah diberi nama varian Kappa, B.1.671.2 yang dikenal luas sebagai varian Delta dan B.1.617.3.
Dari varian Delta B.1.671.2, kata Tjandra, kemudian ada berbagai turunannya lagi, antara lain 75 jenis varian Delta yang tergolong AY di antaranya yang paling banyak dibahas adalah AY.4.
Mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu mengatakan kasus AY.4 dilaporkan mendominasi 63 persen kasus baru di Inggris dalam sebulan terakhir. Sementara AY.4.2 juga terus meningkat angkanya di Inggris.
"Pada data 4 sampai 11 Oktober 2021 ada 8,5 persen kasus barunya adalah AY.4.2, lalu naik menjadi 10,3 persen pada data 11 sampai 18 Oktober 2021 dan bahkan naik lagi menjadi 11,3 persen pada data mingguan 18 sampai 25 Oktober 2021," katanya.
Baca juga:
Kasus Covid Melonjak, Belanda Kembali Wajibkan Pemakaian Masker & Jaga Jarak Sosial
Perjalanan Domestik dari Bandara Kualanamu Tak Perlu PCR, Ini Syarat Terbarunya
Update Covid-19 per 3 November: Bertambah 801 Kasus Positif
CEK FAKTA: Hoaks WHO Akui Covid Seperti Flu Biasa & Ribuan Orang Tewas Karena Vaksin
Kapolri Ingatkan Sumut Antisipasi Lonjakan Covid-19 saat Nataru
Satgas Ingatkan Penularan Covid-19 di Level Komunitas Masih Ada