LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pakar Minta Pemerintah Jelaskan Pola Penyebaran Omicron BA.4 dan BA.5

Kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia tercatat sebanyak delapan. Empat di antaranya ditemukan di Bali, sisanya di DKI Jakarta.

2022-06-13 09:22:44
varian omicron
Advertisement

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama meminta pemerintah menjelaskan pola penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Saat ini, subvarian itu sudah bertransmisi lokal di DKI Jakarta.

"Baiknya juga disampaikan ke masyarakat tentang bagaimana sebenarnya pola varian atau subvarian yang saat ini menyerang warga kita," katanya kepada merdeka.com, Senin (13/6).

Selain itu, Tjandra meminta pemerintah meningkatkan kapasitas pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Kemudian diikuti dengan penyelidikan epidemiologis.

Advertisement

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini mengingatkan seiring dengan temuan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, kasus Covid-19 nasional terus meningkat. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 harian bertambah lebih dari 500.

"Penyelidikan epidemiologis pada setiap orang dari lebih 500-an kasus sehari itu perlu juga ditingkatkan agar situasi penyebab kenaikan kasus menjadi jelas dan kebijakan yang diambil juga berbasis bukti yang nyata," ujarnya.

Kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia tercatat sebanyak delapan. Empat di antaranya ditemukan di Bali, sisanya di DKI Jakarta.

Advertisement

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Erlina Burhan mengatakan dari seluruh pasien, satu di antaranya mengeluhkan sesak napas. Sementara sisanya mengalami gejala Covid-19 ringan.

Pasien yang mengeluhkan sesak napas ini tercatat berumur 20 tahun. Berdasarkan hasil tes Whole Genome Sequencing (WGS), pasien terkonfirmasi positif subvarian Omicron BA.5 pada 10 Juni 2022. Diduga, kasus ini hasil transmisi lokal.

"Ini satu-satunya (pasien) yang gejalanya lebih berat," kata Erlina, Minggu (12/6).

Selain sesak napas, pasien ini mengalami batuk, sakit kepala, lemah, mual, muntah, dan nyeri abdomen. Menurut Erlina, pasien ini sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap dengan jenis Sinovac.

Pasien mendapatkan vaksinasi terakhir pada 7 Mei 2021. Erlina mengaku belum mengetahui pasti proses replikasi subvarian Omicron BA.5.

Baca juga:
Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 Naik, 4 Ditemukan di Jakarta, Ini Gejalanya
Ada Subvarian Omicron, Menparekraf Optimis 70 Persen Wisman Tetap ke Bali
Data 12 Juni 2022: Kasus Positif Covid-19 Meningkat 551
Event Destinasi Wisata Sudah Tak Perlu Izin Satgas Covid-19
Potret CFD Jakarta Pagi Ini, Ada yang Bermasker dan Tidak

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.