LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. NASIONAL

OTT Jaksa di Banten, KPK juga Tangkap 2 Pengacara

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Banten dan Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap dua pengacara yang terlibat bersama jaksa.

Kamis, 18 Des 2025 16:31:00
kpk
Petugas dari kepolisian melintas di sekitar Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Pengamanan gedung KPK dan sekitarnya diperketat terkait upacara pelantikan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah) (@ 2023 merdeka.com)
Advertisement

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penangkapan terhadap dua pengacara dalam serangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berlangsung di Banten dan Jakarta, yang juga melibatkan seorang jaksa. Sebanyak sembilan orang berhasil diamankan dalam operasi tersebut.

"Satu merupakan aparat penegak hukum (jaksa), dua merupakan penasihat hukum, dan enam lainnya merupakan pihak swasta," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Saat ini, kedua pengacara tersebut sedang menjalani pemeriksaan intensif bersama tujuh orang lainnya oleh penyidik KPK.

"Perkembangannya seperti apa, status hukumnya bagaimana, termasuk kronologi atau konstruksi perkara, nanti kami akan sampaikan secara lengkap pada kesempatan berikutnya," kata Budi menambahkan.

Advertisement

Diketahui bahwa dalam OTT di Banten pada Rabu, 17 Desember 2025, KPK menangkap seorang jaksa yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Memang ada pengamanan (OTT). Ada oknum jaksa," kata Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis (18/12/2025).

Advertisement

KPK Koordinasi dengan Kejaksaan Agung

Gedung KPK (Liputan6/Fachrur Rozie) © 2025 Liputan6.com

Fitroh mengungkapkan bahwa KPK telah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) kesembilan yang berlangsung pada tahun 2025.

"Sudah ada koordinasi dengan Kejaksaan Agung. Nanti kita lihat lah hasilnya," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan OTT di Banten, dan dalam operasi tersebut, lima orang berhasil diamankan.

"Benar ada kegiatan (OTT), penyelidikan tertutup," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis, 18 Desember 2025.

Budi menjelaskan bahwa aktivitas tersebut terjadi pada malam hari, tepatnya pada Rabu, 17 Desember 2025. Dalam kegiatan ini, tim KPK berhasil mengamankan sejumlah lima orang di wilayah Banten.

"Tim mengamankan sejumlah lima orang di wilayah Banten," tambah Budi.

Meskipun demikian, untuk informasi lebih lanjut mengenai identitas pihak yang diamankan dan alasan penangkapan mereka, Budi berjanji akan memberikan penjelasan yang lebih transparan setelah semua proses terkait selesai.

"Siapa saja yang diamankan, terkait apa, kami akan sampaikan pada kesempatan berikutnya. Kita sama-sama tunggu prosesnya," tutupnya.

OTT Ke-9

Gedung KPK (Liputan6/Fachrur Rozie) © 2025 Liputan6.com

Dengan kegiatan kali ini, KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sebanyak sembilan kali. Lembaga antirasuah tersebut memulai serangkaian OTT pada tahun 2025, dimulai dengan penangkapan anggota DPRD dan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, pada bulan Maret 2025.

Selanjutnya, pada bulan Juni 2025, KPK melakukan OTT yang berkaitan dengan dugaan suap dalam proyek pembangunan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Utara, serta Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumatera Utara.

Kemudian, pada tanggal 7 dan 8 Agustus 2025, KPK melakukan OTT di Jakarta, Kendari (Sulawesi Tenggara), dan Makassar (Sulawesi Selatan) yang terkait dengan dugaan korupsi dalam proyek pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Pada tanggal 13 Agustus 2025, KPK kembali melakukan OTT di Jakarta mengenai dugaan suap yang berhubungan dengan kerja sama pengelolaan kawasan hutan. Setelah itu, pada 20 Agustus 2025, KPK menangkap pihak yang terlibat dalam dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk Immanuel Ebenezer Gerungan, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

Kegiatan OTT berikutnya terjadi pada 3 November 2025, ketika KPK menangkap Gubernur Riau, Abdul Wahid, terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau untuk tahun anggaran 2025. Pada 7 November 2025, KPK juga menangkap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang terlibat dalam dugaan suap untuk pengurusan jabatan dan proyek di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Harjono Ponorogo.

Terakhir, pada 9 dan 10 Desember 2025, KPK menangkap Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, yang diduga menerima hadiah dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk tahun anggaran 2025.

Advertisement

Infografis Prabowo Perintahkan Kapolri, Jaksa Agung hingga KPK Sikat Koruptor. (Liputan6.com/Abdillah)

Berita Terbaru
  • Tersulut Emosi karena Tatapan, Pria di OKU Timur Bunuh Selingkuhan Istri
  • Calon Haji Wafat di Madinah, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan
  • Penanganan Gajah Sumatra Bener Meriah: BKSDA Aceh Turun Tangan Atasi Konflik Satwa Liar
  • Erupsi Gunung Semeru Dua Kali pada Sabtu Pagi, Kolom Letusan Capai 700 Meter
  • Optimalisasi Aset Tanah Gowa: Pemkab Gowa, Kementerian ATR/BPN, dan KPK Bersinergi Tingkatkan PAD
  • berita update
  • jaksa
  • konten ai
  • kpk
  • ott
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
N
Reporter Nanda Perdana Putra
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.