Orok tanpa kepala jadi rebutan anjing hebohkan warga Jembrana
Bagian pergelangan kaki kanan dan lengan kiri orok tersebut putus akibat dikoyak anjing.
Malang nasib bayi yang baru dilahirkan dan dibuang orang tuanya. Tidak hanya itu, bayi tanpa kepala dan masih menempel tali pusarnya ini jadi rebutan santapan anjing.
Kontan saja, peristiwa ini menggegerkan warga di kabupaten Jembrana, Bali. Entah darimana datangnya, cepatnya informasi ini membuat halaman rumah Ketut Windra (60) di lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Jembrana, sesak dipenuhi warga yang ingin melihat lebih dekat jenis anjing milik Windra.
Hingga pukul 08.00 WITA, Rabu (28/1) pagi, polisi masih melakukan evakuasi terhadap sisa-sisa daging dan jejak awal keberadaan bayi ini dibuang.
"Kejadian baru dilaporkan Selasa (27/1) malam, sekitar pukul 22.00 WITA," aku anggota Polres Jembrana di rumah Windra, Rabu (28/1) di Jembarana, Bali.
Kondisi bayi itu sendiri, ditemukan tanpa kepala. Sedangkan bagian pergelangan kaki kanan dan lengan kiri putus akibat dikoyak anjing.
"Kebetulan pemilik rumah punya anjing beranak. Kemungkinan, induk anjing ini yang bawa orok tersebut untuk dikasi makan pada anak-anak," terangnya.
Dari hasil forensik RSUD Jembrana, tim medis menyebutkan bahwa bayi tersebut baru dilahirkan sekitar dua hari sebelum ditemukan. Hal itu dilihat dari kekuatan tali pusar dan lebam kulit pada bayi.
Peristiwa ini terjadi, ketika Windra terbangun mendengar anjingnya yang beranak ribut di luar. Tidak hanya itu, anak-anak anjingnya juga ikut ribut. Alangkah kagetnya dia ketika tau ternyata anjing-anjing tersebut sedang berebut sosok mungil berupa bayi tanpa kepala.
"Saya lihat anjing saya bertengkar di halaman rumah saya dengan anjing lain. Karena ribut, saya pukul anjing itu, kemudian saya lihat anjing saya bawa benda berbentuk kaki manusia. Saya lihat anak-anak anjing saya ternyata juga lagi berebut badan orok tapi tanpa kepala," ceritanya dihadapan petugas.
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gusti Made Sudarma Putra didampingi Kapolsek Kota Negara Kompol Made Prihenjagat di TKP mengatakan, bahwa saat ini sedang proses autopsi di RSUD Negara. Bahkan tim kami dapat laporan sudah ada hasilnya.
"Kami akan selidiki asal usul bayi atau orok ini, terutama kepalanya yang belum ditemukan," Kata Sudarma Putra, serambi meyakinkan telah dilakukan pengambilan DNA dari mayat orok atau bayi tersebut.(mdk/hhw)