Ormas Pemuda Pancasila buru pengeroyok TNI di Jatiasih
Ketua Ormas Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Ariyes Budiman mengatakan organisasinya tidak tinggal diam setelah peristiwa pengeroyokan di depan Giant Jatikramat, Jatiasih.
Dua orang anggota TNI AU, Praka Ade Septiyanto dan Hendrik Kereh yang sedang nyambi berjualan durian dikeroyok sekelompok pemuda diduga anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila. Korban mengalami luka-luka akibat dipukul, dan dilempari menggunakan durian.
Ketua Ormas Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Ariyes Budiman mengatakan organisasinya tidak tinggal diam setelah peristiwa pengeroyokan di depan Giant Jatikramat, Jatiasih.
"Saya sudah perintahkan agar ketua PP Pondok Gede mencari oknum anggota yang terlibat pengeroyokan, jika tidak ketemu, akan saya cabut SK-nya," katanya, Kamis (22/3) malam.
Dia mengungkapkan, adapun satu orang pemuda yang sudah ditangkap, M Adli Pratama (19) merupakan simpatisan Ormas PP di Pondok Gede. M. Adli, kata dia, bukan tercatat sebagai anggota yang ormas yang identik dengan warga loreng oranye tersebut.
"Dia sering ikut-ikutan kumpul, bukan anggota resmi PP," ujar Ariyes.
Ariyes menambahkan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada anggotanya, apalagi terlibat tindak pidana. Sehingga sudah sepatutnya diproses secara hukum oleh pihak berwenang.
"Kami (Pemuda Pancasila) lahir dari tubuh TNI," tutupnya.
Baca juga:
Klarifikasi Pemuda Pancasila Sumbar soal kadernya diamankan polisi
Empat penggali kabel PLN keroyok sopir truk karena senggol pembatas jalan
7 Perusak kapel di Ogan Ilir ditangkap, 2 di antaranya Kades dan Kepsek
Enam pemuda terlibat baku hantam di Padang, tiga kritis
Kronologi siswa SMPN18 Tangsel dikeroyok teman karena tak mau diajak futsal