Orasi di peringatan May day, politikus PDIP Rieke Diah suarakan Tri Layak
"Tidak mungkin industri maju tanpa buruh maju. Tidak mungkin industri kuat tanpa buruh yang kuat. Tidak mungkin buruh kuat tanpa industri yang kuat," seru Rieke.
Ribuan massa buruh dari berbagai organisasi mulai memadati kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat pukul 10.00 WIB. Para koordinator aksi mulai membakar semangat massa dari atas mobil komando masing-masing.
Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Rieke Diah Pitaloka, mengatakan pihaknya akan berjuang dengan damai tanpa harus ada caci maki terhadap pihak manapun dalam menyampaikan aspirasi.
"Aksi kita tidak marah-marah kita berjuang dengan gembira karena kita semua berjuang dengan ikhlas," kata Rieke di lokasi, Selasa (1/5).
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP ini menuturkan, KRPI akan membuat kegiatan Karnaval Budaya. KRPI sendiri terdiri dari berbagai sektor lainnya seperti dari industri, perawat, buruh pelabuhan dan pekerja seni.
"Karena kita pekerja yang di semua sektor. Ada juga pekerja seni dari tanjidor ikut bergabung," ujarnya.
Dalam geraknya, kata Rieke, KRPI akan berjuang agar Indonesia juga menjadi bagian dari negara industri yang berbasis pada riset nasional. Untuk itu, pihaknya meminta Presiden Jokowi membentuk Badan Riset Nasional dan melakukan kajian problematika industri yang dialami pengusaha dan buruh.
"Dalam negara industri ini kita memposisikam rakyat Indonesia sebagai subyeknya. Jadi tidak sepotong - potong karena kami yakin tidak mungkin Indonesia maju tanpa industri yang maju, tidak mungkin buruh maju tanpa industri yang maju," ungkapnya.
"Tidak mungkin industri maju tanpa buruh maju. Tidak mungkin industri kuat tanpa buruh yang kuat. Tidak mungkin buruh kuat tanpa industri yang kuat," sambung Rieke.
Demi memperjuangkan kesejahteraan buruh, KRPI menerapkan Tri Layak tanpa harus anti terhadap pekerja asing. Tri Layak yaitu Kerja Layak, Upah Layak dan Hidup Layak.
Dengan Tri Layak, hasil industri dalam bentuk jasa dan barang akan terserap oleh pasar karena adanya daya beli masyarakat yang baik yang notabene karena daya beli pekerja yang baik.
"Dengan Tri Layak, secara sosiologis akan tercipta kesenangan bekerja sehingga akan berkorelasi positif pada peningkatan produktivitas bekerja. Peningkatan produktivitas tentunya akan meningkatkan kinerja industri kita," tandasnya.
Baca juga:
Geruduk istana, ribuan buruh minta Jokowi hapus rezim upah murah hingga aturan TKA
Aktivis buruh kecewa jalan menuju Bundaran HI ditutup polisi
Ada aksi May Day di kawasan Jakarta Pusat, rute Transjakarta dialihkan
May Day, Pertamina jamin pasokan BBM aman meski ramai demo buruh
Ini sejarah 1 Mei dijadikan hari buruh internasional atau May Day
4 Tuntutan buruh yang sulit dikabulkan pemerintah
Ini 3 titik utama aksi May Day di Makassar