LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Orangutan Riana di Bontang akhirnya dibawa ke rehabilitasi BOS

Riana, diambil tim yayasan BOS Samboja Lestari dari BKSDA Kalimantan Timur, setelah sebelumnya berada dalam penanganan BKSDA.

2018-02-16 05:00:00
Orangutan
Advertisement

Riana, satwa Orangutan betina berusia sekitar 5 tahun yang dipelihara selama 4 tahun terakhir oleh warga kota Bontang, Kalimantan Timur, berhasil diselamatkan dan masuk pusat rehabilitasi yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Samboja Lestari, di Kutai Kartanegara.

Riana, diambil tim yayasan BOS Samboja Lestari dari BKSDA Kalimantan Timur, setelah sebelumnya berada dalam penanganan BKSDA.

"Kami ambil hari ini (dari BKSDA Kalimantan Timur). Waktu diobservasi, menunjukkan sikap jinak," kata CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite, dalam keterangan dia, Kamis (15/2) malam.

Advertisement

Jamartin menerangkan, melihat rentetan beberapa kasus pembunuhan Orangutan di sepanjang bulan Januari 2018 lalu, baik itu di Barito Selatan di Kalimantan Tengah, dan Kutai Timur di Kalimantan Timur, ditambah lagi penyelamatan hari ini, menunjukkan kenyataan bahwa habitat Orangutan sudah berada di titik kritis.

"Kondisi habitat yang kritis ini menyebabkan mereka harus, berada di wilayah yang sama dengan manusia, mereka lah selalu menjadi korban," ujar Jamartin.

Advertisement

Dijelaskan Jamartin, sebagaimana disadari bersama, hutan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. "Tapi, manfaat hutan akan habis, kalau pohon-pohonnya kita tebangi," tambahnya.

Menurut Jamartin, keberadaan Orangutan sendiri, cukup krusial bagi kelangsungan dan kelestarian hutan. "Orangutan sebagai penyebar biji yang efektif, dan keberadaannya dilindungi Undang-undang, membantu kita melestarikan hutan, sekaligus menjaga kekayaan keanekaragaman hayati," ungkap Jamartin.

Masih dijelaskan Jamartin, dengan membabat habis hutan, dan membunuh isi yang ada di dalamnya, berisiko fatal bagi kelangsungan manusia. "Sebenarnya, kita perlahan membunuh diri sendiri," ujar Jamartin.

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.