Orang yang hilang misterius saat tragedi 98
Sudah bertahun-tahun mereka hilang. Tak ada kabar. Di mana mereka?
Runtuhnya kekuasan pemerintahan Orde Baru masih banyak menyimpan misteri sampai sekarang. Yang masih menimbulkan teka-teki sampai saat ini yakni terkait kasus penculikan aktivis pada 1997-1998.
Para aktivis diculik satu-persatu. Sudah 20 tahun mereka hilang. Merdeka.com merangkum 5 dari 13 aktivis-aktivis yang hilang secara misterius pada masa Orde Baru:
Widji Thukul
Widji Thukul, bernama asli Widji Widodo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963. Ia hilang sejak diduga diculik, 27 Juli 1998 pada umur 34 tahun. Dia adalah sastrawan dan aktivis hak asasi manusia.
Tukul merupakan salah satu tokoh yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Sejak 1998 sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya.
Herman Hendrawan
Herman Hendrawan menjadi salah satu aktivis yang hilang saat tragedi 98. Herman menjadi salah satu orang yang paling vokal menjatuhkan kekuasan orde baru.
Herman hilang pada 12 Maret 1998 usai konferensi pers KNPD di YLBHI. Seseorang melihatnya terakhir kali di depan Megaria. Sampai sekarang, dia tak pernah kembali.
Hendra Hambali
Keruntuhan kekuasan orde baru memang masih menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap sampai detik ini. Pelanggaran Hak asasi manusia (HAM) masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Salah satunya aktivis yang diculik dan hilang seperti Hendra Hambali.
Bahkan Hendra Hambali sampai hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Dia hilang pada 14 Mei 1998. Kemudian Hendra terakhir terlihat di Glodok Plaza, Jakarta Pusat.
Ucok Munandar Siahaan
Ucok Munandar Siahaan adalah Mahasiswa Perbanas, juga seorang aktivis yang diculik karena ikut demo menentang Orde Baru. Dia hilang pada 14 Mei 1998. Ia terakhir terlihat di Ciputat, Tangerang Selatan.
Yadin Muhidin
Yadin Muhimin adalah Alumnus Sekolah Pelayaran yang hilang akibat tragedi 98. Dia hilang pada 14 Mei 1998. Yadin terakhir terlihat di Sunter Agung, Jakarta Utara.
(mdk/has)