LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Orang Tanpa Gejala Penyebab Klaster Perusahaan di Semarang

Pemkot Semarang meminta Dinkes untuk melakukan tracking kepada sejumlah orang yang berkontak langsung dengan pasien positif corona. Terkait nama perusahaan, Hendi enggan menjelaskan secara detail.

2020-07-08 18:40:26
Corona di Indonesia
Advertisement

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, perusahaan atau pabrik penyumbang klaster besar kasus Covid-19 di Kota Semarang. Sebab, terdapat 300 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ada beberapa perusahaan seperti garmen, BUMN, Migas. Lonjakan sangat signifikan dari industri mencapai 33 persen, dari 972 kasus corona, cukup tinggi. Ini kami jadikan fokus penanganan," katanya, Rabu (8/7).

Mengetahui itu, Pemkot Semarang meminta Dinkes untuk melakukan tracking kepada sejumlah orang yang berkontak langsung dengan pasien positif corona. Terkait nama perusahaan, Hendi enggan menjelaskan secara detail.

Advertisement

"Kami minta Dinkes lakukan tracking kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Total dari perusahaan sekitar 300 orang. Itu dari tiga perusahaan dan sebagian hasil tracking," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, munculnya klaster perusahaan bermula dari adanya karyawan di tiga perusahaan tersebut masuk sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah sakit. Ternyata, mereka bekerja di pabrik.

Advertisement

Kemudian petugas Dinkes melakukan penelusuran hingga akhirnya menemukan klaster baru di perusahaan.

"Jadi, awal-awalnya penularan dari rumah atau kos-kosan. Kemudian, dia kerja di pabrik menularkan yang lain. Ada yang sebagian PDP, cuma hampir 99 persen orang tanpa gejala (OTG)," terangnya.

Sedangkan, mereka yang masuk dalam OTG mayoritas melakukan isolasi mandiri difasilitasi oleh perusahaan masing-masing. Sebagian ada yang melakukan isolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang. Adapun karyawan yang dinyatakan positif dari klaster perusahaan ini, tidak seluruhnya warga Kota Semarang.

"Di Perusahaan A sebetulnya banyak luar kota, tapi yang di perusahaan C paling banyak dari Kota Semarang," jelasnya.

Berdasarkan data total kasus positif covid-19 di Kota Semarang sejak awal pandemi hingga Rabu (8/7) ada 2.218 orang dengan rincian 984 orang positif masih dalam perawatan dan perbaikan klinis, 1.019 orang telah sembuh, dan 215 orang meninggal.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.