LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Orang-orang Indonesia di balik film fantasi Hollywood

Indonesia memiliki banyak sekali anak-anak bangsa yang berkarya di luar negeri dengan berbagai profesi.

2015-02-28 12:13:00
Orang Indonesia di Hollywood
Advertisement

Film-film Hollywood yang banyak menggunakan special effect dan animasi, seperti G.I. Joe, Avatar, Spiderman 4, Transformer 3, Star Trek, Kungfu Panda merupakan film-film box office yang sudah dikenal dan ditonton jutaan orang di dunia. Indonesia patut berbangga karena di balik tim produksi film-film hebat ini ada putra-putri bangsa yang bekerja sebagai animator dan ilustrator.

Indonesia memiliki banyak sekali anak-anak bangsa yang berkarya di luar negeri dengan berbagai profesi, salah satunya di bidang animasi. Kali ini ada 3 animator Indonesia yang bekerja di rumah produksi internasional dan telah menggarap film-film box office dunia.

Siapa-siapa mereka? Berikut seperti yang dihimpun merdeka.com dari berbagai sumber, Sabtu (28/2):

Rini Triyani Sugianto

Siapa sangka perempuan mungil ini adalah animator di balik film live action The Avengers? Rini tergabung dalam rumah animasi Weta Digital di Selandia Baru yang menggarap animasi paska-produksi untuk film The Avengers. Sebelumnya, Rini terlibat dalam pembuatan film murni animasi The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn.

Berawal dari kecintaannya pada komik Tintin mendorong Rini untuk belajar di Academy of Art University, San Fransisco. Berawal dari menggarap animasi untuk beberapa game terkenal (Dantes Inferno, Halo), Rini akhirnya ditarik untuk bergabung di Weta Digital. Film terakhir yang digarapnya adalah film The Hobbit: An Unexpected Journey.

Advertisement

Andre Surya

Namanya Andre Surya. Dia warga Indonesia pertama yang menjadi bagian dari tim digital artist perusahaan efek visual komputer tiga dimensi Industrial Light and Magic (ILM) LucasFilm cabang Singapura. Ketika bergabung dengan LucasFilm, dia banyak terlibat proyek-proyek mentereng Hollywood. Sebut saja Iron Man, Terminator Salvation, dan juga Star Trek.

Pria kelahiran Jakarta 1 Oktober 1984 terkesan bersahaja saat ditemui merdeka.com di kawasan Central Park, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Andre hanya mengenakan paduan t-shirt dan celana pendek. Saat berbicara, suaranya cenderung lirih, namun akan meninggi dan bersemangat ketika menceritakan pekerjaannya sebagai digital artist atau sesuatu yang berkaitan dengan hobinya merekayasa teknologi tiga dimensi (biasa disebut 3D).

Lelaki yang mengaku dari kanak-kanak sampai dewasa menghabiskan hidup di kawasan Jelambar, Jakarta Barat ini sejak 1,5 tahun lalu memilih pulang kampung. Sebelumnya, dia meniti karir selama empat tahun di Singapura. Andre juga melalangbuana sampai Kanada selepas lulus SMA pada 2004.

Nama Andre Surya muncul di credit title film Iron Man, Iron Man 2, Star Trek, Terminator Salvation dan Transformer: Revenge of The Fallen sebagai Digital Artist. Dari 70 orang digital artist dalam film-film yang disebutkan di atas, Andre Surya adalah satu-satunya digital artist asal Indonesia.

Ketertarikannya di bidang 3D membuat Andre mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Tarumanagara Jakarta. Hanya 1 tahun kuliah di Untar, Andre yang ketika itu sudah bekerja di Polaris 3D, memilih untuk mengambil diploma Film and Special Effects di Vanarts, sebuah sekolah film di Vancouver, Kanada.

Andre bekerja di divisi Industrial and Magic (ILM) Lucasfilm Singapore. Lucasfilm adalah salah satu production company tersukses di dunia yang didirikan oleh George Lucas, sutradara Star Wars. Di Jakarta, Andre mendirikan EnspireStudio. Film pendek buatannya, The Escape, meraih Best Short Competition Award of Merit di Amerika Serikat dan Best Short Animation pada festival film di Los Angeles.

Advertisement

Griselda Sastrawinata

Lulusan Art Center College for Design di Pasadena, Amerika Serikat ini membanggakan dunia desain Indonesia karena menjadi animator wanita Indonesia yang bekerja di Dreamworks sebagai Visual Development Artist. Rumah produksi Dreamworks telah memproduksi berbagai film animasi yang kerap masuk jajaran box office, seperti Shrek, Kungfu Panda, How to Train Your Dragon, Madagascar dan masih banyak lagi.

Selain sebagai animator, Griselda juga mengajar di Pasadena Art Center College of Design dan berbagi tips menggambar dan memamerkan karya-karyanya di situs www.griseldasastrawinata.com.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.