One stop entertainment ala Jakarta
Dari luar semuanya tampak normal. Tapi di dalam, mulai dari pijat, spa hingga layanan plus tersedia.
Cari hiburan malam di Jakarta ini rasanya semua ada. Dari tampak luar, bisa panti pijat atau spa, tetapi di dalamnya ada praktik terselubung.
Begitu pula yang tampak di beberapa hotel di kawasan utara Jakarta. Mereka membungkusnya dalam tag one stop entertainment. Entah apa maksudnya, pengunjung rasanya sudah mafhum.
Tengok saja sebuah hotel terletak di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Hotel yang terdiri dari delapan lantai itu menyajikan hiburan semua ada. Wajar jika banyak pria hidung belang tersedot ke sana setiap malam hingga dini hari. Suasana hiruk pikuk alunan musik mengalun keras Jumat dini hari (9/11) itu.
Ketika baru memasuki lahan parkir sudah sangat padat oleh mobil, bukti hotel itu memang favorit.Di sebuah ruangan besar di lantai atas, tersaji pertunjukan musik. Untuk memasuki ruangan itu, para pengunjung diberikan gelang yang terdapat nomornya dan pulangnya akan dikenakan tarif Rp 30 ribu per orang.
Suasana malam itu sangatlah ramai, selepas pukul 00.00 WIB. Bungkusnya memang musik, tetapi ada hiburan lain khusus orang dewasa, yaitu tarian nirbusana.
Diiringi musik berirama RnB atau progresive, penari tampak enjoy. Para pengunjung pun menikmati tontonan itu. Sesekali para penari turun. Bagi para pengunjung yang baru pertama datang mungkin akan terjebak dengan rayuan maut mereka.
Cara pengelola hotel memang seperti menarik dan memancing tamu untuk layanan lebih. Di sekeliling panggung, banyak germo atau biasa disebut mami yang berkeliling menawari pria hidung belang untuk layanan lebih.
Pengunjung yang tertarik akan berbisik ke si mami dan nantinya, si mami akan menyorot wanita itu dengan menggunakan laser. Untuk tarif, ada negosiasi.
Di hotel itu juga terdapat tempat karaoke. Harga untuk per jam karaoke di hotel itu cukuplah murah. Dengan uang Rp 150 ribu pengunjung sudah dapat bernyanyi selama dua jam.
Namun bedanya, di tempat karaoke itu, para pengunjung dapat ditemani oleh wanita cantik. Lalu apakah hanya sekadar menemani nyanyi? Ada pula layanan lebih.
"Kalau mau lanjut bisa nego lagi," kata resepsionis di hotel itu.
Dengan lengkapnya fasilitas yang disediakan oleh hotel itu, mereka seolah mengerti apa yang ada di pikiran para pria hidung belang. Pihak pengelola seolah-olah ingin membuat hotel itu menjadi tempat pemuas nafsu terlengkap sehingga orang hanya ingin berkunjung ke sana. Jika ingin lebih, para tamu bisa langsung melakukan transaksi di hotel itu. Barangkali itu yang disebut one stop entertainment.
Menurut psikolog Rizka Halida, prostitusi sendiri diyakini seumur dengan kehidupan manusia. Bisnis seks terselubung dipandang sebagai imbas dari gaya hidup manusia yang ingin serba paketan dan instan. "Misalnya makanan, saat ini kecenderungannya lebih suka paketan. Satu paket tapi sudah lengkap," terangnya.
(mdk/ian)