Ogah bayar pajak, banyak homestay buat Asian Games di Palembang tak terdaftar
Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga. Menurut dia, sejauh ini hanya 28 homestay yang terdaftar. Masih terdapat puluhan homestay lagi yang terpantau namun tidak terdaftar.
Disinyalir enggan mengurus perizinan dan membayar pajak, banyak homestay yang disiapkan oleh warga dalam rangka Asian Games di Palembang tidak terdaftar. Padahal, rumah sewa itu menjadi solusi bagi pengunjung jika tak mendapatkan kamar hotel.
Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga. Menurut dia, sejauh ini hanya 28 homestay yang terdaftar. Masih terdapat puluhan homestay lagi yang terpantau namun tidak terdaftar.
"Ada banyak, tapi tidak terdaftar karena jika terdaftar harus ada izin dan bayar pajak. Jika terdaftar pengelola bisa dibina dan diarahkan," ungkap Irene, Kamis (9/8).
Dikatakan dia, homestay terbanyak berada di perbatasan Banyuasin-Palembang, tepatnya di kawasan Jakabaring Palembang. Satu rumah berisikan dua sampai tiga kamar dan masing-masing kamar bisa dihuni dua orang.
"Jika dimaksimalkan bisa menampung ratusan tamu bahkan lebih," ujarnya.
Irene mengakui homestay bertujuan untuk mengantisipasi terjadi kekurangan kamar hotel. Pengunjung juga bisa memilih tempat tinggal sementara sesuai budget dan selera masing-masing.
"Tinggal pilih, mau hotel atau homestay. Semuanya kami sediakan dengan fasilitas lengkap," ujarnya.
Baca juga:
14 Agustus, atlet sepakbola wanita Asian Games tiba di Palembang
Baliho Asian Games salah tulis, Pemprov Banten salahkan percetakan
Sambut Asian Games, Menpora dan sejumlah pejabat gowes Sepeda Nusantara
Pembangunan LRT Palembang diklaim tercepat di dunia
Ikut uji coba, menhub pastikan waktu tempuh wisma atlet ke venue di bawah 30 menit
Menpora harap jetski sumbang dua emas di Asian Games