Obor Rakyat Berencana Terbit Lagi, Pemerintahan Jokowi Siapkan Antisipasi
Obor Rakyat, tabloid bermuatan fitnah terhadap Jokowi di Pilpres 2014, berencana terbit lagi jelang Pilpres 2019. Menghadapi itu, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi.
Obor Rakyat, tabloid bermuatan fitnah terhadap Jokowi di Pilpres 2014, berencana terbit lagi jelang Pilpres 2019. Menghadapi itu, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi.
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan Direktur Kamtib dan Kanwil sudah dipanggil. Dia mengakui sudah menerima laporan Obor Rakyat bakal kembali terbit.
"Termasuk Direktur Kamtib dan Kanwil saya sudah panggil karena dari Facebook saya dapat indikasi dia mau lakukan sesuatunya," ujar Yasonna di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).
Yasonna menyebut Pemred Obor Rakyat Setiyardi bisa kembali masuk penjara jika berbuat macam-macam. Setiyardi dan Darmawan Sepriyosa telah divonis satu tahun penjara. Keduanya tengah menjalani cuti bersyarat sejak Januari 2019 sampai 8 Mei 2019.
"Makanya saya bilang, kalau macam-macam, masuk. Karena dia masih cuti bersyarat. Bisa dicabut. Hak dia kita hargai, kalau melakukan hal tidak benar ya sudah, dia mau masuk (penjara) lagi?" tegas Yasonna.
Terpisah, Setiyardi membenarkan bakal menerbit kembali Tabloid Obor Rakyat menjelang Pilpres 17 April 2019. Apakah Setiyardi bakal membuat konten serupa yang lalu, dia merahasiakannya. Hanya saja tabloid itu kembali mengeluarkan isu Pilpres.
"Itu bukan gosip. Insyaallah (terbit lagi) dalam waktu dekat sebelum pilpres," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (10/1).
Baca juga:
Mahfud MD Tak Masalah Obor Rakyat Terbit Lagi Asal Tidak Sebar Bohong
Daftar Penyebar Hoaks soal Jokowi dan Prabowo yang Ditangkap Polisi
Jaksa bekuk Pemred dan Redpel Obor Rakyat, dieksekusi ke Cipinang
Ketum PPP sebut awal mula Jokowi dicap pro komunis akibat tabloid Obor Rakyat
Mirip tabloid Obor Rakyat, PDIP Jateng waspadai peredaran 'Hidayah'
Dulu tak menyesal, Pemred Obor Rakyat kini minta maaf pada Jokowi