LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Nutuk Beham: Tradisi Syukur Panen Padi Masyarakat Adat Kutai Lawas yang Lestari dan Sarat Makna

Masyarakat adat Kutai Lawas di Desa Kedang Ipil, Kutai Kartanegara, terus melestarikan tradisi Nutuk Beham sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya hasil panen padi, sebuah warisan leluhur yang sarat nilai spiritual dan gotong royong.

Minggu, 07 Jun 2026 15:01:49
nutuk beham
Masyarakat adat Kutai Lawas di Desa Kedang Ipil, Kutai Kartanegara, terus melestarikan tradisi Nutuk Beham sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya hasil panen padi, sebuah warisan leluhur yang sarat nilai spiritual dan gotong royong. (AntaraNews)
Advertisement

Masyarakat adat Kutai Lawas di Desa Kedang Ipil, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan teguh mempertahankan tradisi Nutuk Beham. Ritual ini merupakan wujud syukur atas kelimpahan hasil panen padi yang telah mereka peroleh. Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol eksistensi dan kearifan lokal yang kaya akan nilai-nilai spiritualitas.

Pelaksanaan Nutuk Beham melibatkan seluruh warga desa dalam sebuah prosesi gotong royong yang berlangsung selama beberapa hari. Prosesi ini tidak hanya menghasilkan beras ketan berkualitas tinggi, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarwarga. Pentingnya tradisi ini ditekankan oleh Tokoh Adat Desa Kedang Ipil, Sartin, agar warisan leluhur tetap hidup dan dipahami generasi muda.

Sebagai bentuk pengakuan atas nilai budaya yang terkandung di dalamnya, pemerintah telah menetapkan Nutuk Beham sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari wilayah Kalimantan Timur. Penetapan ini menegaskan komitmen untuk melindungi, mengembangkan, dan memfasilitasi keberlanjutan pesta adat yang membanggakan ini. Dukungan regulasi diharapkan semakin memperkuat posisi masyarakat adat dalam melestarikan tradisi tahunan mereka.

Prosesi Nutuk Beham: Dari Bulir Pilihan hingga Beras Ketan

Tradisi Nutuk Beham dimulai dengan pemilihan bulir-bulir padi terbaik yang telah direndam. Padi pilihan ini kemudian disangrai secara massal di atas perapian tradisional. Proses sangrai ini menghasilkan aroma harum khas yang menjadi penanda awal ritual syukur.

Advertisement

Setelah padi didinginkan, warga desa bergotong royong menumbuk padi ketan tersebut. Mereka menggunakan lesung kayu berukuran besar secara bergantian, sebuah pemandangan yang menunjukkan kebersamaan yang erat. Kegiatan menumbuk ini bisa memakan waktu hingga tiga hari penuh untuk memastikan beras ketan yang dihasilkan benar-benar bersih dan sempurna.

Interaksi yang intens selama proses pengolahan padi ini secara alami menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat di antara warga. Setiap tahapan dalam Nutuk Beham bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga momen untuk berbagi cerita dan mempererat hubungan sosial. Ini adalah esensi dari kearifan lokal yang terus dijaga.

Advertisement

Pengakuan dan Pelestarian Warisan Budaya Nutuk Beham

Upaya pelestarian tradisi Nutuk Beham oleh masyarakat adat Kutai Lawas mendapat perhatian dari pemerintah. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur, Lestari, menyampaikan bahwa perayaan ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Penetapan ini menjadi bukti nyata pengakuan terhadap nilai historis dan filosofis yang terkandung dalam Nutuk Beham.

Lestari menekankan pentingnya tidak hanya melindungi, tetapi juga mengembangkan dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang mendukung pesta adat ini. Dukungan pemerintah, termasuk pembuatan regulasi, diyakini dapat membantu masyarakat adat. Regulasi ini akan memberikan perlindungan hukum bagi mereka saat melaksanakan pelestarian kebudayaan tahunan tersebut.

Peran Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur (BPK Kaltim) sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Kebudayaan sangat krusial dalam hal ini. BPK Kaltim bertugas melaksanakan pelestarian cagar budaya dan objek pemajuan kebudayaan di wilayahnya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tradisi Nutuk Beham dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Nilai Filosofis dan Pesan untuk Generasi Muda

Tradisi Nutuk Beham tidak hanya sekadar ritual panen, tetapi juga sarat akan nilai historis dan pesan filosofis mendalam. Salah satu pesan penting yang terus diajarkan kepada anak cucu adalah larangan membuang beras sembarangan pada zaman dahulu. Ajaran ini bertujuan untuk menanamkan rasa hormat terhadap kelestarian alam dan hasil bumi.

Melalui partisipasi aktif dalam Nutuk Beham, generasi muda dapat memahami pentingnya menjaga warisan leluhur dan kearifan lokal. Mereka belajar tentang siklus alam, kerja keras, dan makna syukur atas rezeki yang diberikan. Ini adalah pendidikan karakter yang tidak ternilai harganya.

Pada puncak tradisi, beras hasil tumbukan bersama akan dimasak dan dihidangkan hangat. Seluruh warga desa dan pengunjung dari luar daerah berkumpul untuk menikmati hidangan tersebut. Momen ini menjadi simbol kebersamaan, berbagi kebahagiaan, dan memperkuat ikatan komunitas yang telah terjalin erat selama prosesi Nutuk Beham.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Presiden Prabowo: Sekolah Rakyat untuk Membantu Mereka yang Paling Susah
  • Mensos Sampaikan Perkembangan Positif SRMP 17 Tabanan kepada Presiden Prabowo
  • Pemkab Kepulauan Seribu Gencarkan Konservasi Lingkungan: Tanam Mangrove dan Lepas Tukik
  • Nutuk Beham: Tradisi Syukur Panen Padi Masyarakat Adat Kutai Lawas yang Lestari dan Sarat Makna
  • Pemerintah Dorong Penguatan UMKM untuk Stabilitas Ekonomi Nasional
  • budaya indonesia
  • gotong-royong
  • kalimantan timur
  • kearifan lokal
  • kedang ipil
  • konten ai
  • kutai lawas
  • merdekaantara
  • nutuk beham
  • panen padi
  • tradisi adat
  • warisan budaya
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.